Tetap Siaga Tangani Karhutla, Kini Jarak Pandang di Kalbar Membaik
KILASKALBAR – Perbaikan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi perkembangan positif dalam pemantauan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi di Kubu Raya, Pontianak, Singkawang, dan Sambas dilaporkan cukup baik, sementara Ketapang juga menunjukkan peningkatan jarak pandang dalam pembaruan pada Selasa (20/10/2026) pagi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Ridwan, mengatakan kondisi jarak pandang di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat terpantau cukup baik. Meski demikian, Ketapang masih menjadi perhatian karena pada pukul 06.00 WIB jarak pandang sempat tercatat sekitar 100 meter.
Berdasarkan pembaruan informasi BMKG pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang di Ketapang meningkat menjadi lebih dari satu kilometer. Perubahan ini menjadi salah satu perkembangan yang terus dipantau BPBD dalam mengikuti dinamika kondisi kabut asap di daerah.
Pemprov Kalbar melalui BPBD terus memantau perkembangan tersebut untuk mendukung keselamatan masyarakat dan kesiapan penanganan karhutla. Data jarak pandang menjadi salah satu informasi penting, khususnya dalam mempertimbangkan pelaksanaan patroli maupun operasi pemadaman melalui udara.
Ridwan menegaskan bahwa operasi udara hanya dapat dilaksanakan apabila jarak pandang memenuhi persyaratan keselamatan. Dengan demikian, perbaikan kondisi cuaca menjadi faktor pendukung, tetapi keputusan operasi tetap harus berdasarkan hasil pemantauan dan penilaian teknis.
Selain itu, koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk memperoleh pembaruan kondisi cuaca dan jarak pandang. Pemantauan tersebut membantu petugas menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan perkembangan di setiap wilayah.
Perkembangan jarak pandang yang semakin baik di sejumlah daerah memberikan harapan bagi masyarakat agar situasi terus membaik. Namun, Pemprov Kalbar tetap mengedepankan kewaspadaan dan melanjutkan upaya penanganan karhutla agar kondisi yang mulai kondusif dapat dipertahankan.
Semua juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta tetap memperhatikan informasi cuaca dan kualitas udara. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran baru sekaligus menjaga agar perbaikan kondisi di Kalimantan Barat dapat berlanjut.
