Oktober 30, 2026

GMD ke-V di Karimunting, Norsan Siapkan Tindak Lanjut Pembangunan Bengkayang pada 2027

RN_01228
KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menegaskan pentingnya pembangunan yang dimulai dari desa. Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pemerintahan sekaligus fondasi utama dalam mendorong kemajuan suatu daerah.
Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat membuka secara langsung kegiatan Gema Membangun Desa (GMD) ke-V Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Jumat (30/10).
Norsan mengatakan, pelaksanaan GMD menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi secara langsung, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Gema Membangun Desa ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bertemu langsung, mendengar aspirasi dan memastikan program-program pembangunan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Norsan dalam sambutannya.
Menurutnya, desa memiliki peran strategis dalam pembangunan karena kemajuan suatu wilayah harus dimulai dari tingkat paling bawah. Apabila desa berkembang, maka kemajuan tersebut akan berdampak terhadap kecamatan hingga kabupaten dan kota.
“Desa adalah ujung tombak daripada pemerintahan, baik pemerintahan kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan pusat. Dari desalah kita mulai membangun. Kalau desa maju, otomatis kecamatan dan kabupaten juga akan maju,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui GMD, jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turun langsung ke desa untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memberikan pelayanan yang selama ini lebih banyak diakses melalui kantor pemerintahan.
Norsan juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Kalbar memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengimplementasikan program kerja pemerintah di lapangan.
Pembangunan Bengkayang Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, Norsan menyampaikan bahwa kunjungannya ke Desa Karimunting juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan di Kabupaten Bengkayang.
Berbagai kebutuhan infrastruktur yang ditemukan selama kunjungan akan menjadi perhatian pemerintah provinsi dan dicatat sebagai bahan perencanaan pembangunan pada tahun anggaran 2027.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan ruas Jalan Suti Semarang yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bengkayang dengan Kabupaten Landak.
Menurut Norsan, ruas jalan tersebut menjadi salah satu prioritas yang perlu diperhatikan karena memiliki bentang cukup panjang dan berperan dalam menghubungkan antardaerah.
“Ini sudah kita pantau, beberapa tempat yang harus kita bangun nantinya. Salah satunya program pembangunan jalan, yaitu Jalan Suti Semarang yang menuju Kabupaten Landak. Ada juga tiga poros jalan lainnya di Kabupaten Bengkayang,” ungkapnya.
Selain infrastruktur jalan, Norsan juga meminta perangkat daerah terkait, khususnya bidang perikanan dan kelautan, untuk memetakan kebutuhan pembangunan dermaga serta bantuan bagi masyarakat nelayan.
Ia berharap berbagai kebutuhan tersebut dapat dicatat dan dipersiapkan sehingga bisa dimasukkan dalam program pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada 2027 sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.
“Dari Perikanan dan Kelautan saya minta untuk memantau, di mana yang menjadi kewajiban pemerintah provinsi, mungkin ada dermaga-dermaga dan sebagainya. Itu dicatat supaya tahun depan bisa kita programkan, termasuk bantuan kepada nelayan,” jelasnya.
Hadirkan 30 Program Pelayanan
Lebih lanjut, Norsan mengatakan pelaksanaan GMD ke-V di Desa Karimunting menghadirkan sekitar 30 program dari berbagai OPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Program tersebut mencakup berbagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat, di antaranya pelayanan kesehatan, pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, serta sejumlah pelayanan publik lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.
“Dengan Gema Membangun Desa ini kita langsung terjun ke masyarakat dan mengimplementasikan apa yang bisa kita bantu kepada masyarakat. Sekarang kita memberikan pelayanan gratis, terutama pelayanan kesehatan, pembayaran pajak kendaraan dan pelayanan lainnya,” tuturnya.
Norsan juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan GMD, termasuk Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan mitra pembangunan yang turut menghadirkan program bagi masyarakat.
Salah satunya bantuan pemasangan listrik bagi 12 rumah warga yang disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria Goreti Indrawati Gunawan.
Norsan berharap jumlah penerima bantuan pemasangan listrik tersebut dapat ditingkatkan pada kegiatan atau program berikutnya.
“Mudah-mudahan ke depan bisa ditingkatkan dari 12 menjadi 100 rumah,” harapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan GMD membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat.
Norsan pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Semoga kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten semakin baik. Program-program yang bisa kami bantu akan kami realisasikan di Kabupaten Bengkayang ini,” pungkasnya.
Karimunting Berstatus Desa Mandiri
Dalam sambutannya, Norsan turut menyinggung posisi strategis Desa Karimunting sebagai salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Bengkayang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang disampaikannya, Desa Karimunting memiliki jumlah penduduk sekitar 12.000 jiwa dengan luas wilayah mencapai 117 kilometer persegi.
Sementara berdasarkan Indeks Desa tahun 2025, Karimunting telah berstatus sebagai desa mandiri dengan skor 84,57.
Menurutnya, potensi dan perkembangan desa tersebut perlu terus didukung melalui program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap kegiatan GMD tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta tindak lanjut berbagai aspirasi pembangunan.
Pelaksanaan GMD ke-V di Desa Karimunting berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 29–30 Oktober 2026. Selain menghadirkan berbagai pelayanan pemerintah, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan perlombaan dan permainan masyarakat yang menyediakan hadiah uang tunai.
Dalam GMD ini, Gubernur Kalbar Ria Norsan juga berhadapan langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang dikemas dalam dialog publik bersama masyarakat di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.
Pada malam harinya, masyarakat juga dijadwalkan mendapatkan hiburan rakyat dengan menghadirkan penyanyi Weni KDI dari Jakarta.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap sinergi pembangunan antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pesisir dan desa-desa di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan GMD ke-V di Desa Karimunting. Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan di seluruh kabupaten dan menjangkau desa-desa lainnya di Kalimantan Barat.
Menurut Darwis, GMD merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat desa untuk mendekatkan pelayanan sekaligus memperkenalkan program-program pemerintah kepada masyarakat.
“Ini adalah kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, juga masyarakat di desa. Biar masyarakat tahu siapa pemimpinnya, siapa pejabatnya, dan apa programnya,” ujar Darwis.
Ia menjelaskan, jarak Desa Karimunting menuju ibu kota Kabupaten Bengkayang yang membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan membuat pelayanan langsung ke desa menjadi penting.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkayang turut menghadirkan pelayanan jemput bola, termasuk pelayanan administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta pelayanan Samsat.
“Dari Karimunting ke ibu kota Bengkayang sekitar dua jam lebih, kalau lewat jalan Capkala atau Singkawang. Tapi sekarang kita yang datang ke sini. Masyarakat tinggal menyiapkan dokumen yang ingin diperbaiki atau dibuat, sehingga pelayanan bisa lebih dekat,” jelasnya.
Dorong Potensi Perikanan dan Pariwisata Pesisir
Darwis juga menyoroti potensi ekonomi masyarakat pesisir di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan.
Ia menyebutkan, sekitar 70 persen masyarakat Desa Karimunting maupun masyarakat pesisir di sepuluh desa di wilayah tersebut berprofesi sebagai nelayan.
Untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, pemerintah daerah terus mengusulkan bantuan sarana dan prasarana perikanan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, termasuk bantuan alat tangkap dan pembangunan dermaga.
“Sekitar 70 persen masyarakat Desa Karimunting atau masyarakat pesisir di sepuluh desa di sini adalah nelayan. Jadi kita juga selalu ke Kementerian KKP, termasuk Dinas Kelautan Provinsi, untuk mengusulkan bantuan alat-alat tangkap dan dermaga,” tuturnya.
Selain sektor perikanan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga mendorong pengembangan potensi pariwisata pesisir dan wisata bahari.
Darwis mengatakan, Kabupaten Bengkayang memiliki 12 pulau, dengan lima di antaranya berpenghuni. Potensi tersebut dinilai dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata alam dan wisata laut di Kalimantan Barat.
“Daerah pesisir ini potensi pariwisatanya luar biasa. Pulau-pulau Bengkayang itu memiliki 12 pulau, ada lima yang berpenghuni. Ini juga menjadi potensi wisata alam Kalimantan Barat, termasuk wisata laut,” katanya.
Pelaksanaan GMD ke-V di Desa Karimunting berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 29–30 Oktober 2026. Selain menghadirkan berbagai pelayanan publik dan bantuan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan pertandingan olahraga, permainan rakyat, serta hiburan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap sinergi pembangunan semakin kuat, sekaligus memastikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat desa menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *