Manggala Agni Bentuk Masyarakat Peduli Api di Ketapang, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla
Manggala Agni Bentuk Masyarakat Peduli Api
KILASKALBAR – Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang, Seksi Wilayah II Pontianak, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan membentuk sekaligus membina Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, pada 11–12 Juli 2026.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 peserta tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026 yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Niño.
Desa Tempurukan dipilih karena merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Selain memiliki lahan gambut, kawasan tersebut juga didominasi aktivitas pertanian dan perkebunan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
Melalui pembentukan MPA, masyarakat diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan, melakukan deteksi dini, hingga penanganan awal apabila terjadi kebakaran sebelum api meluas.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan yang diwakili Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau.
“Kelompok MPA memiliki peran penting sebagai ujung tombak pencegahan kebakaran di tingkat tapak. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, masyarakat dapat melakukan pencegahan, deteksi dini, serta respons awal yang cepat sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembentukan MPA akan terus diperluas di wilayah kerja Balai Dalkarhut Kalimantan agar upaya penanganan karhutla dapat dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat.
Sementara itu, Camat Muara Pawan, Abdurani, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Manggala Agni melalui program Manggala Agni Pendamping Desa (MAPD).
“Kami berharap Masyarakat Peduli Api menjadi garda terdepan dalam melindungi Desa Tempurukan dari ancaman karhutla. Terima kasih kepada Manggala Agni yang telah memfasilitasi masyarakat, semoga ilmu yang diberikan bermanfaat sehingga karhutla dapat kita tangani bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, dukungan juga datang dari sektor swasta. PT Mohairson Pawan Khatulistiwa yang bergerak di bidang pengelolaan hutan alam dan lahan gambut menyerahkan satu set peralatan pemadaman karhutla kepada Pemerintah Desa Tempurukan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api dalam melakukan pencegahan maupun penanganan awal kebakaran hutan dan lahan di tingkat desa, sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan sedini mungkin.
