November 1, 2026

Di Lahan Bekas Karhutla, Warga Kubu Raya Kibarkan Merah Putih

IMG-20260817-WA0001

Istimewa

KILASKALBAR — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kubu Raya, digelar dengan cara berbeda. 

 

Masyarakat bersama relawan pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar upacara di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbong, Kecamatan Sungai Raya, Senin (17/8/2026).

 

Upacara tersebut menjadi simbol pengingat bahwa semangat mempertahankan kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan perjuangan mencegah bencana.

 

Ketua Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah, mengatakan pemilihan lokasi upacara bukan tanpa alasan.

 

Menurutnya, momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan.

 

“Tentunya ada pesan yang ingin kami sampaikan kepada generasi muda untuk bisa mempertahankan dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” kata Juliansyah.

 

Juliansyah mengatakan kondisi musim kemarau membuat lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan.

 

Juliansyah juga ingin semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan diteruskan dalam bentuk perjuangan menjaga alam.

 

“Bagaimana kita menghadirkan semangat kemerdekaan itu untuk generasi muda, para relawan pemadam kebakaran, BPBD, dan lainnya, untuk peduli terhadap lingkungan dan melestarikannya,” ujar Juliansyah.

 

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 150 orang dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas masyarakat, Karang Taruna, relawan pemadam kebakaran, BPBD, dan unsur terkait lainnya.

 

Kepala BPBD Kabupaten Kubu Raya, Harianto, mengapresiasi inisiatif Karang Taruna yang menggelar upacara di tengah situasi karhutla yang masih berlangsung.

 

Menurutnya, momentum tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi para petugas dan relawan yang hingga kini masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan.

 

“Perjuangan kita ini belum usai. Terus kita lanjutkan untuk membantu masyarakat dan menyelamatkan alam dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” kata Harianto.

 

Harianto mengatakan titik panas masih terpantau di wilayah Kubu Raya. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat lebih dari 80 titik panas yang terpantau pada Senin.

 

Ia mengakui upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama berkurangnya debit air akibat kondisi yang semakin kering.

 

“Rekan-rekan yang melakukan pemadaman dihadapkan pada minimnya air untuk melakukan pemadaman,” ujar Harianto.

 

Selain keterbatasan air, sejumlah lokasi kebakaran juga sulit dijangkau kendaraan. Kondisi cuaca yang semakin kering membuat kebakaran berpotensi meluas ke wilayah yang sebelumnya tidak masuk dalam kawasan yang kerap mengalami karhutla.

 

Untuk memperkuat penanganan, pemadaman dari udara melalui operasi water bombing juga telah dilakukan oleh Satgas Udara BPBD Provinsi Kalimantan Barat di sejumlah wilayah Kubu Raya.

 

Harianto menyampaikan apresiasi atas respons BPBD Provinsi dalam membantu penanganan karhutla. Selain water bombing, saat ini juga dilakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kondisi kekeringan dan kebakaran.

 

Sementara itu, BPBD Kubu Raya belum dapat memastikan total luasan lahan yang terbakar sepanjang 2026. Data mengenai luasan karhutla, kata Harianto, masih dapat merujuk pada data Sistem Monitoring Hutan dan Lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *