Oktober 30, 2026

BAMUSBUD Kalbar Dorong Edukasi Budaya Masuk ke Lingkungan Sekolah

IMG-20260514-WA0192-2048x1251

KILASKALBAR – Badan Musyawarah Kebudayaan (BAMUSBUD) Kalimantan Barat mulai memperkuat langkah edukasi budaya lokal di kalangan pelajar sebagai upaya menjaga identitas daerah di tengah gempuran budaya pop global, Jumat (20/3/2026).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem budaya di Kalimantan Barat.

Menurutnya, budaya tidak boleh hanya hadir dalam pertunjukan seremonial, tetapi juga harus masuk ke ruang pendidikan dengan pendekatan yang relevan dan dekat dengan kehidupan pelajar.

“Kita harus memberikan penekanan bahwa kebudayaan Kalbar itu bukan sesuatu yang kuno. Edukasi kepada pelajar harus dilakukan dengan pendekatan yang terbuka dan kritis, agar mereka merasa memiliki terhadap akar budayanya sendiri,” ujarnya.

Faisal menilai sosialisasi budaya di lingkungan sekolah bukan sekadar mengenalkan tarian atau pakaian adat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalam budaya lokal.

Menurutnya, pemahaman budaya yang kuat dapat menjadi filter alami bagi generasi muda dalam menghadapi pengaruh eksternal di era digital.

“Edukasi ini adalah investasi jangka panjang. Jika pelajar memahami sejarah dan nilai-nilai luhur dari keberagaman kita di Kalimantan Barat, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat dan toleran,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pelaku budaya dan lembaga pendidikan dalam menciptakan metode pembelajaran budaya yang menarik, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan proyek seni kolaboratif di sekolah.

Selain memperkuat identitas budaya generasi muda, langkah tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Provinsi Kalimantan Barat.

“Target kita jelas, bagaimana integrasi ekosistem budaya ini bisa meningkatkan literasi budaya pelajar. Jika literasi budayanya baik, maka IPM dan IPK kita juga akan terkerek naik secara organik,” tegas Faisal.

BAMUSBUD Kalbar berkomitmen terus menjadi jembatan sosialisasi budaya di kalangan pelajar agar generasi muda Kalimantan Barat tetap bangga terhadap identitas budaya daerahnya sekaligus mampu berpikir terbuka dan maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *