Oktober 30, 2026

Zulfidar Zaidar Mochtar: Turnamen Voli Pelajar Jadi Ajang Cetak Atlet Potensial Kalbar

157a2449-3d9a-4eb1-95a0-4071212f2a00
KILASKALBAR  – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulfidar Zaidar Mochtar, menilai turnamen bola voli antarpelajar tingkat SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat di SMA Negeri 7 Pontianak menjadi wadah strategis untuk menjaring dan mempersiapkan bibit atlet potensial Kalimantan Barat (Kalbar).
Menurut Zulfidar, kompetisi antarpelajar tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan atlet muda agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi, baik pada ajang daerah maupun nasional.
“Ini potensi bagi anak-anak daerah Kalimantan Barat, khususnya untuk mencapai prestasi di bidang bola voli,” ujarnya saat diwawancarai mengenai pelaksanaan turnamen tersebut.
Ia menegaskan, para pelajar yang menunjukkan kemampuan dan potensi selama pertandingan perlu mendapatkan perhatian serta pemantauan dari pihak terkait. Dengan demikian, atlet yang memiliki bakat dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi lanjutan, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), kejuaraan kelompok usia muda, hingga liga pelajar.
Zulfidar juga mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang digelar oleh SMA Negeri 7 Pontianak. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet sejak usia sekolah.
“Ini bibit yang disiapkan dan panitia melaksanakan dari SMA Negeri 7 ini sangat potensial, sangat bagus,” katanya.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan sejak dini dapat memberikan dampak bagi kesiapan atlet Kalbar menghadapi kompetisi pada masa mendatang. Menurutnya, jika proses penjaringan dan pembinaan berjalan secara konsisten, Kalbar akan memiliki atlet pelajar yang siap bersaing dalam berbagai kejuaraan.
Zulfidar turut menyinggung persiapan menuju Porprov 2029. Ia berharap Kalbar sudah memiliki atlet-atlet muda yang dipersiapkan melalui pembinaan berkelanjutan, termasuk dari kelompok usia junior dan pelajar.
Manajemen dan organisasi olahraga perlu diperkuat
Selain potensi atlet, Zulfidar menilai sumber daya manusia Kalbar di bidang olahraga memiliki peluang besar untuk berkembang. Namun, menurutnya, potensi tersebut perlu didukung dengan manajemen dan organisasi olahraga yang lebih baik.
“Sangat mumpuni, sangat siap untuk itu, tinggal manajemen dan organisasi,” tegasnya.
Ia mengatakan, pengelolaan olahraga perlu memberikan perhatian lebih besar kepada kebutuhan atlet, wasit, dan pelatih. Ketiga unsur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membangun ekosistem olahraga yang mampu menghasilkan prestasi.
Menurut Zulfidar, organisasi olahraga tidak cukup hanya berfokus pada kepengurusan, tetapi juga harus memastikan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia berjalan dengan baik.
Dengan pengelolaan yang tepat, ia optimistis atlet-atlet Kalbar dapat meningkatkan kemampuan dan memiliki kesempatan lebih besar untuk bersaing di tingkat nasional.
Optimistis atlet Kalbar mampu bersaing di tingkat nasional
Zulfidar menyebut Kalimantan Barat memiliki sejumlah potensi dan figur olahraga yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan prestasi daerah. Ia menilai potensi tersebut perlu dihubungkan dengan sistem pembinaan yang terarah agar memberikan manfaat bagi kemajuan olahraga Kalbar.
“Kita sebenarnya punya potensi besar dan tinggal bagaimana mengaitkan itu untuk kepentingan Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Ia berharap turnamen bola voli antarpelajar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun regenerasi atlet yang berkesinambungan.
Menutup wawancara, Zulfidar berpesan kepada para pelajar agar terus bersemangat dan tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.
“Tetap semangat, kejar prestasi, jangan mundur. Semua mundur itu akan menjadi masalah, maju akan menghasilkan sesuatu yang lebih,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *