Oktober 30, 2026

Visibility Cuma 500 Meter, Pilot Bisa Batalkan Pendaratan Pesawat di Bandara Supadio

IMG-20260831-WA0001

Bandara Supadio

KILASKALBAR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat jarak pandang di sekitar Bandara Internasional Supadio Pontianak menurun hingga 500 meter pada pagi hari.

 

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap keselamatan dan operasional penerbangan. Sejumlah penerbangan bahkan mengalami penundaan hingga pembatalan.

 

Airport Quality & SMS Department Head Bandara Supadio, Yakobus Thomry Toto, mengatakan standar jarak pandang dalam penerbangan menyesuaikan dengan fasilitas navigasi yang tersedia di masing-masing bandara.

 

Untuk Bandara Supadio yang memiliki fasilitas penerbangan Category 1, terdapat batas minimum visibility untuk operasional penerbangan.

 

“Minimum feasibility itu di 800 meter untuk melakukan penerbangan minimum. Kemudian untuk landing itu di 1.600,” ujar Yakobus.

 

Meski demikian, keputusan akhir terkait penerbangan tetap berada di tangan pilot dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan.

 

“Pada pelaksanaannya kembali lagi kepada pilot sebagai decision-nya,” katanya.

 

Menurut Yakobus, dalam beberapa kasus pilot memilih tidak melakukan pendaratan di Bandara Supadio dan mengalihkan penerbangan atau melakukan divert.

 

“Beberapa pilot meminta untuk melakukan divert atau pengalihan penerbangan karena alasan feasibility,” jelasnya.

 

Kondisi tersebut menjadi salah satu konsekuensi ketika jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

 

Pihak Bandara Supadio meminta masyarakat memahami apabila terjadi perubahan jadwal, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan selama kabut asap masih mengganggu jarak pandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *