Ria Norsan Soroti Tiga Agenda Strategis Ekonomi Syariah
KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan menyoroti tiga agenda strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi, dan keuangan syariah di Kalbar. Fokusnya mencakup penyusunan program kerja 2027, optimalisasi pilar Anugerah Adinata Syariah 2026, serta penyelarasan rencana aksi dengan arah pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi dan Sinergi Implementasi Ekonomi dan Keuangan Syariah” di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (13/10/2026).
Agenda pertama adalah penyusunan Program Strategis Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalbar 2027 yang disesuaikan dengan potensi, dan kebutuhan daerah. Kedua, mengoptimalkan berbagai pilar Anugerah Adinata Syariah 2026, mulai dari penguatan industri halal dan UMKM, sertifikasi halal, jasa keuangan syariah, hingga pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).
Agenda ketiga ialah mengevaluasi, dan menyelaraskan Rencana Aksi Daerah (RAD) Ekonomi, dan Keuangan Syariah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar.
Menurut Norsan, ketiga agenda tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar tidak berhenti pada perencanaan. Sehingga dapat menghasilkan program konkret yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Pembangunan ekonomi syariah tidak dapat berjalan secara parsial, tetapi memerlukan sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, otoritas moneter, dan keuangan, institusi perbankan, akademisi, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.
Norsan berharap FGD menghasilkan rekomendasi yang aplikatif, dan terukur sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program ekonomi syariah. Melalui sinergi tersebut, pengembangan ekonomi, dan keuangan syariah diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat Kalbar.
