Pemprov Kalbar Fokuskan Bantuan Renovasi dan Revitalisasi 2025 untuk Sekolah dengan Kerusakan Sedang hingga Berat
KILASKALBAR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memastikan bahwa program bantuan renovasi dan revitalisasi infrastruktur pendidikan tahun 2025 akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Kebijakan ini diambil agar alokasi anggaran benar-benar menyasar lembaga pendidikan yang paling membutuhkan peningkatan sarana fisik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah penerima bantuan telah memulai tahap pembangunan. Fokus utama program ini adalah memperbaiki bangunan sekolah yang masih bisa diselamatkan melalui rehabilitasi maupun revitalisasi total.
“Untuk rehab sekolah ini, minimal kondisinya rusak sedang. Sedangkan, untuk rusak berat juga memperoleh revitalisasi untuk bangun baru sepanjang ada lahan kosong,” jelasnya.
Syarif menambahkan, sebagian besar bantuan diberikan dalam bentuk rehabilitasi, karena kondisi bangunan sekolah di Kalbar umumnya berada dalam kategori rusak sedang. “Jadi dari total sekolah yang mendapatkan bantuan ini, paling banyak rehab karena kondisi sekolahnya rusak sedang,” tegasnya.
Selain sekolah yang sudah terdaftar di awal tahun, terdapat empat SMK tambahan yang baru bergabung sebagai penerima program pada akhir September dan awal Oktober 2025. Penambahan ini menunjukkan adanya komitmen pemerintah untuk terus memperluas jangkauan bantuan hingga merata ke seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Program rehabilitasi dan revitalisasi infrastruktur sekolah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan belajar, serta menciptakan kondisi yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik. Dengan fasilitas pendidikan yang lebih layak, mutu pendidikan di Kalimantan Barat diharapkan terus mengalami peningkatan signifikan.
