November 1, 2026

Kenalkan Karya Seni Tari Ke Generasi Muda Melalui Parade Karya Sanggar Tari

IMG-20260605-WA0006

Kenalkan Seni Tari Ke Generasi Muda Melalui Parade Karya Seni Tari

KILASKALBAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat akan menggelar Parade Karya Sanggar dan Gelar Koreografer Muda Kalimantan Barat 2026 pada Sabtu (6/6/2026). 

 

Kegiatan yang mengusung tema “Napas Tradisi dalam Kreasi Muda” ini menjadi ajang pertama yang mempertemukan karya-karya koreografi terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

 

Ketua Panitia, Huda Suwanda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program perdana dan seluruh karya yang akan ditampilkan telah melalui proses verifikasi sebelumnya.

 

“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama kali kita. Sejak KIB berdiri, kegiatan ini akan menampilkan karya-karya terbaik dari koreografer muda di 14 kabupaten/kota yang telah terlebih dahulu kita verifikasi,” ujarnya saat konferensi press di Gedung Museum Kalbar , Jumat (5/6/2026).

 

Menurut Huda, selain pertunjukan koreografi, panitia juga menyiapkan berbagai agenda pendukung yang melibatkan pelaku seni dan budaya.

 

“Kegiatan ini mengambil tema Napas Tradisi dalam Kreasi Muda. Rangkaian acara dimulai tanggal 5 Juni dan berakhir pada Minggu, 7 Juni 2026. Ada pertunjukan koreografer dari 14 kabupaten/kota, bazar, hingga sarasehan bagi para pegiat seni budaya,” jelasnya.

 

Pada puncak acara yang digelar Sabtu (6/6), sebanyak 14 sanggar akan tampil mewakili masing-masing kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

 

“Untuk parade sanggar, pembukaannya akan dilaksanakan besok. Insya Allah akan dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat. Dalam parade ini ada 14 sanggar yang mewakili 14 kabupaten/kota,” katanya.

 

Huda menuturkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pertunjukan bagi para pelaku seni, tetapi juga sebagai upaya menjaga eksistensi budaya daerah di tengah perkembangan era digital.

 

“Ini menjadi wadah bagi pekerja seni untuk mengapresiasikan dan mempertunjukkan karya terbaik dari masing-masing sanggar. Selain itu, kegiatan ini membuktikan bahwa budaya masih tetap eksis dan terus berjalan,” ungkapnya.

 

Ia juga melihat tingginya antusiasme generasi muda dalam mengembangkan seni dan budaya daerah sebagai modal penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi di masa depan.

 

“Kita melihat antusias para pemuda untuk mengembangkan seni dan budaya ini sangat baik. Itu yang ingin terus kita dorong,” tutup Huda.

 

Parade Karya Sanggar dan Gelar Koreografer Muda Kalbar 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring antarpegiat seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *