Oktober 30, 2026

Disdikbud Kalbar Dorong Penguatan Budaya Lokal di Lingkungan Sekolah

IMG-20260514-WA0184-2048x1726

KILASKALBAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat identitas kedaerahan melalui sektor pendidikan dengan mendorong pemahaman budaya lokal di kalangan pelajar, Selasa (24/3/2026).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, menegaskan bahwa pendidikan budaya bukan sekadar pelengkap kurikulum, tetapi menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Menurut Faisal, di tengah perkembangan teknologi dan arus budaya global, pelajar di Kalimantan Barat perlu memiliki pemahaman kuat terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas diri.

“Kebudayaan bukan hanya soal masa lalu, tapi soal bagaimana kita bersikap di masa depan. Kita ingin para pelajar di Kalbar tidak kehilangan jati dirinya. Mereka boleh maju secara teknologi, tapi hati dan pikirannya tetap berpijak pada nilai budaya lokal kita,” ujarnya.

Ia mengatakan Kalimantan Barat memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari adat istiadat, kesenian, hingga berbagai bentuk kearifan lokal yang perlu diperkenalkan secara kreatif kepada siswa SMA, SMK, maupun SLB.

Dalam arahannya, Faisal meminta kepala sekolah dan guru lebih inovatif dalam mengintegrasikan unsur budaya ke dalam kegiatan belajar mengajar.

Beberapa langkah yang didorong antara lain menghidupkan kembali sanggar seni, musik tradisional, dan permainan rakyat di sekolah, menyampaikan materi budaya dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda, hingga menghadirkan tokoh adat atau budayawan untuk berbagi pengalaman langsung kepada siswa.

Menurutnya, penguatan pendidikan budaya juga menjadi bagian penting dalam membangun sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

“Harapan kita, para pelajar ini nantinya menjadi duta budaya. Mereka yang akan memperkenalkan keindahan Kalimantan Barat ke mata dunia. Dengan memahami budaya sendiri, otomatis rasa toleransi antar sesama di Kalimantan Barat yang heterogen ini akan semakin kuat,” katanya.

Disdikbud Kalbar berharap penguatan budaya di lingkungan sekolah dapat menjadi stimulan bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di 14 kabupaten/kota untuk menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *