Oktober 30, 2026

Jembatan Garuda Pontianak Direncanakan Berbayar, Ria Norsan: Tarif Belum Ditentukan

IMG_1182

KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyebut Jembatan Garuda yang direncanakan menghubungkan kawasan sekitar Kantor Wali Kota Pontianak dengan Siantan akan menjadi salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan. Jembatan tersebut direncanakan berbayar, tetapi besaran tarifnya belum ditentukan.

“Jembatan Garuda itu nanti berbayar. Artinya, yang mau cepat pakai Jembatan Garuda,” kata Norsan seusai rapat koordinasi lintas sektoral, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, tarif belum dapat ditentukan karena pembangunan jembatan tersebut belum terlaksana.

Menurut Norsan, pembangunan Jembatan Garuda direncanakan tidak hanya untuk mendukung kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari penataan dan pengembangan kawasan perkotaan Pontianak.

Selain Jembatan Garuda, pemerintah juga membahas rencana pembangunan Jembatan Kapuas III, pelebaran jalan, serta pembangunan jalan pintas yang menghubungkan sejumlah kawasan di Pontianak dan Kubu Raya.

Pemerintah turut merencanakan perbaikan dermaga penyeberangan feri di Pontianak dan Siantan pada 2027 agar layanan tersebut dapat kembali beroperasi.

Sambil menyiapkan pembangunan infrastruktur, pemerintah menetapkan pengaturan lalu lintas di kawasan Jembatan Kapuas I dan II secara permanen. Salah satu perubahan yang disepakati adalah pembatasan waktu hingga pukul 15.00 WIB.

Norsan berharap, tersedianya alternatif jalur penyeberangan dan peningkatan jaringan jalan dapat mengurangi ketergantungan arus kendaraan pada jalur yang ada saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *