Oktober 31, 2026

Turun Jadi 28, Ria Norsan Yakin Karhutla Kalbar Dapat Segera Terkendali

IMG-20260824-WA0000

Gubernur Kalbar, Ria Norsan mendampingi Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni saat meninjau Karhutla di Kubu Raya.

KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan optimistis penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar akan semakin cepat terkendali. Keyakinan itu disampaikan usai melakukan pengecekan langsung lokasi karhutla di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Senin (24/8/2026).

 

Menurut Norsan, rapat koordinasi penanganan karhutla yang dipimpin langsung Menteri Kehutanan menunjukkan hasil positif. Dari lebih dari 2.000 titik api yang sempat terdeteksi di Kalbar, kini jumlahnya menurun drastis menjadi hanya 28 titik api.

 

“Awalnya titik api di Kalbar mencapai lebih dari 2.000 titik. Dengan penanganan yang melibatkan 4.138 personel, alhamdulillah sekarang tinggal 28 titik api,” kata Norsan.

 

Ia menjelaskan, upaya pemadaman juga diperkuat dengan tambahan personel dari TNI, Kepolisian, Kementerian Kehutanan, serta dukungan pemerintah pusat. Sebanyak 1.200 personel TNI tambahan dan ratusan personel lainnya diterjunkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

 

Selain itu, pemerintah pusat juga menambah armada pemadaman udara. Jika sebelumnya hanya tersedia empat unit helikopter water bombing, kini jumlahnya meningkat menjadi 10 unit setelah adanya tambahan enam unit yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto.

 

“Dengan penambahan water bombing ini, gerakan pemadaman tentu akan lebih cepat. Apalagi untuk wilayah yang sulit dijangkau dan tidak memiliki sumber air,” ujarnya.

 

Tak hanya itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga diperkuat. Jumlah pesawat OMC ditingkatkan dari empat menjadi 10 unit untuk membantu memicu hujan buatan di wilayah terdampak.

 

Norsan menilai teknologi modifikasi cuaca menjadi salah satu metode paling efektif untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut yang sulit ditangani dari darat.

 

“Yang paling efektif untuk lahan gambut adalah modifikasi cuaca. Sekarang sudah mulai terlihat titik-titik awan dan sudah dilakukan penyemaian NaCl. Mudah-mudahan dalam beberapa jam ke depan turun hujan sehingga kondisi semakin kondusif,” katanya.

 

Meski demikian, Norsan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau dan fenomena El Nino masih berlangsung.

 

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk tidak membakar lahan perkebunan maupun pertanian pada musim kemarau seperti sekarang ini. Mari kita jaga bersama lingkungan kita,” tegasnya.

 

Terkait kebutuhan masyarakat untuk membuka lahan pertanian, Norsan mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengusulkan bantuan alat berat kepada pemerintah pusat, khususnya untuk wilayah datar yang memungkinkan dilakukan pembukaan lahan tanpa pembakaran.

 

Namun untuk daerah berbukit dan pegunungan, pemerintah masih mencari solusi yang paling tepat agar aktivitas pertanian tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko kebakaran.

 

Norsan juga menegaskan bahwa imbauan tidak membakar lahan berlaku bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk masyarakat yang selama ini membuka lahan berdasarkan kearifan lokal.

 

Ia mengingatkan bahwa Peraturan Daerah Kalbar Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kearifan Lokal telah mengatur tata cara pembakaran lahan secara terbatas, termasuk kewajiban membuat sekat bakar, tidak membakar saat cuaca ekstrem, serta tidak meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam.

 

“Kalau masyarakat mengikuti aturan dalam perda tersebut, saya yakin kebakaran tidak akan meluas. Yang penting jangan membakar saat cuaca sangat panas dan pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Norsan juga mengungkapkan bahwa sejumlah kasus kebakaran lahan yang terindikasi melibatkan korporasi sedang dalam proses penanganan aparat penegak hukum.

 

“Sampai hari ini ada empat perusahaan yang sedang dalam proses penyidikan dan akan kami laporkan kepada Kapolda. Kebakaran yang cukup besar sebagian memang terjadi di area perusahaan,” ungkapnya.

 

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla demi masa depan Kalimantan Barat.

 

“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan ini, siapa lagi. Lingkungan yang baik inilah yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita nanti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *