November 1, 2026

Terdampak Kabut Asap, Penumpang Bandara Supadio Diminta Menunggu Kepastian Penerbangan

IMG-20260821-WA0004

Salah Satu Penumpang Terdampak Delay

KILASKALBAR – Kabut asap yang menurunkan jarak pandang di Bandara Internasional Supadio Pontianak kembali berdampak terhadap penerbangan, Jumat (21/8/2026).

 

Sejumlah penumpang terpaksa menunggu kepastian jadwal keberangkatan setelah penerbangan mereka mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca.

 

Salah seorang penumpang, Raymondus Loin, mengaku seharusnya terbang menuju Jakarta pada pukul 08.30 WIB dengan jadwal boarding pukul 08.00 WIB.

 

Namun, sebelum penerbangan berlangsung, penumpang mendapat pemberitahuan dari pihak maskapai untuk menunggu informasi selanjutnya karena kondisi cuaca.

 

“Sesuai dengan jadwal sebenarnya kita flight jam 8.30 dan boarding jam 8. Tapi ada pemberitahuan karena kondisi cuaca, maka tunggu pemberitahuan selanjutnya,” ujar Raymondus saat ditemui di Bandara Supadio, Jumat (21/8/2026).

 

Raymondus mengatakan dirinya telah berada di bandara sebelum pukul 08.00 WIB sesuai jadwal boarding. Namun, hingga saat diwawancarai, belum ada kepastian mengenai waktu keberangkatan.

 

“Tadi hanya dikatakan menunggu pemberitahuan selanjutnya. Kalau soal jam itu belum,” katanya.

 

Meski harus menunggu, Raymondus memilih memaklumi kondisi tersebut. Menurutnya, faktor cuaca merupakan kondisi alam yang tidak dapat dipaksakan dan berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan.

 

Ia berharap pihak maskapai dapat memberikan informasi secara transparan kepada penumpang selama proses penundaan.

 

“Ini menyangkut keselamatan juga. Ini faktor alam, bukan kesengajaan. Jadi kita sebagai penumpang harus sama-sama menahan diri dan memaklumi ternyata cuaca,” ungkapnya.

 

Namun, ia meminta komunikasi antara maskapai dan penumpang tetap dilakukan secara terbuka agar pelayanan kepada calon penumpang tetap maksimal.

 

“Tetapi kita berharap pihak maskapai juga transparan sehingga pelayanan itu maksimal,” ujarnya.

 

Terkait kemungkinan adanya penjadwalan ulang (reschedule) jika keterlambatan berlangsung lama, Raymondus mengaku akan mempertimbangkannya sesuai kondisi.

 

Ia juga memahami adanya hak dan kewajiban antara maskapai dan penumpang apabila terjadi keterlambatan penerbangan.

 

Sementara itu, penumpang lainnya, Santosa, turut mengalami keterlambatan penerbangan akibat kondisi cuaca yang terjadi di Bandara Supadio.

 

Kondisi ini menambah daftar penerbangan yang terdampak rendahnya jarak pandang di Bandara Supadio dalam beberapa hari terakhir.

 

Sebelumnya, pihak Bandara Supadio mencatat sebanyak 21 penerbangan pagi terdampak delay sejak 18 hingga 21 Agustus 2026. Khusus Jumat pagi, terdapat enam penerbangan yang mengalami keterlambatan.

 

Rendahnya jarak pandang pada pagi hari menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penerbangan harus ditunda demi keselamatan operasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *