November 1, 2026

Supporter Indonesia Masters Semakin Meningkat, Panitia Tambah Tiket Jelang Semi Final Dan Final

IMG-20260904-WA0000

Ketua Panitia Polytron Pontianak Indonesia Master Super 100

KILASKALBAR  – Pelaksanaan Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 2026 yang telah memasuki babak perempat final di hari ke empat mendapat respons positif. Selain jumlah peserta yang meningkat, penjualan tiket juga dinilai lebih baik dibandingkan ajang Indonesia Challenge sebelumnya.

 

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100, Yuni Kartika mengatakan, pelaksanaan turnamen selama berlangsung dengan lancar. Hal tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat dalam membeli tiket yang lebih tinggi dibandingkan turnamen Indonesia Challenge, seiring meningkatnya jumlah peserta pada level Super 100.

 

Persaingan yang lebih ketat membuat perjalanan wakil Indonesia menuju babak akhir tidak mudah. Meski demikian, Yuli menyebut masih terdapat sejumlah wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak perempat final ini.

 

“Secara peserta jauh lebih berkualitas karena ini super 100, jadi persaingan tambah tidak mudah bagi wakil Indonesia,” ujarnya, usai menyaksikan pertandingan di GOR Terpadu Ayani Pontianak.

Panitia memastikan penjualan tiket tetap dibuka melalui ticket box meski penjualan secara daring untuk satu pekan telah habis. Namun untuk jumlah tiket di lokasi akan terbatas, sementara pada hari Minggu panitia menyiapkan tambahan tempat duduk di area lapangan atau on-court seating.

 

Tambahan tempat duduk tersebut akan diperuntukkan bagi sponsor, seperti PBSI, dan Pemprov Kalimantan Barat. Dengan demikian, kursi di tribun dapat kembali ditempati masyarakat, sebagai upaya membuka kesempatan lebih luas bagi warga Pontianak untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

 

“Intinya kami pengen memasukan sebenyak mungkin masyarakat di Pontianak untuk menonton secara langsung, salah satu caranya yaitu dengan menambah tempat duduk di lapangan khusus di hari Minggu atau final,” ungkapnya.

 

Yuli berharap masih ada wakil Indonesia yang mampu bertahan hingga partai final. Menurutnya, kehadiran turnamen Super 100 di Indonesia juga menjadi ruang bagi pemain muda untuk mengukur kemampuan, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan pembinaan prestasi bulutangkis nasional terus berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *