November 1, 2026

Ria Norsan Perkuat Penanganan ISPA di Kalbar Yang Capai 54.000 Laporan

IMG-20260902-WA0003

Ria Norsan Meninjau Lokasi Karhutla di Sekunder C

KILASKALBAR – Dinas Kesehatan Kalimantan Barat mencatat sebanyak 54.200 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terlaporkan sejak pekan ke-26 hingga pekan ke-34. Peningkatan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kondisi kabut asap akibat karhutla.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Erna Yuliarti mengatakan, peningkatan kasus ISPA mulai terlihat pada pekan ke-26 dan mencapai puncaknya dalam periode tersebut.

 

“Kalau ISPA ini mulai dari minggu ke-26 itu sudah puncaknya. Sampai minggu ke-34 ini ada 54.200,” kata Erna saat mendampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau lokasi karhutla di Sekunder C, Desa Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9/2026).

 

Erna menegaskan, angka 54.200 tersebut merupakan jumlah kasus yang terlaporkan dalam periode tersebut, bukan berarti seluruhnya masih dalam kondisi sakit saat ini.

 

“Dan yang ISPA ini pun, dari 53.000 itu sudah banyak yang sembuh,” ujarnya.

 

Sebagai langkah antisipasi dampak asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kalbar telah memetakan 63 titik untuk persiapan rumah oksigen.

 

Dari pemetaan tersebut, sebanyak 33 rumah oksigen telah disiapkan. Sejumlah daerah yang disebut telah membuka rumah oksigen antara lain Ketapang, Kota Pontianak, Melawi, dan Kapuas Hulu.

 

Menurut Erna, wilayah tersebut menjadi perhatian karena memiliki titik panas yang relatif tinggi.

 

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan seluruh puskesmas di Kalbar telah diaktifkan selama 24 jam untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya ISPA akibat paparan asap.

 

“Kalau puskesmas sudah kita aktifkan untuk 24 jam untuk penanganan bagi yang datang dengan ISPA,” kata Ria.

 

Selain pelayanan kesehatan, pemerintah juga menyiapkan oksigen portable dan oksigen konsentrator untuk mendukung penanganan masyarakat yang membutuhkan.

 

Ria menegaskan penanganan dampak karhutla tidak hanya dilakukan dari sisi pemadaman api, tetapi juga dari sisi kesehatan masyarakat.

 

“Semua kita gerakkan. Dari kesehatannya, kemudian masyarakatnya. Semua kita gerak untuk memadamkan api,” ujarnya.

 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalbar. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *