November 1, 2026

Ria Norsan Lantik Dewan Hakim MTQ, Tekankan Netralitas dan Amanah

IMG-20260804-WA0008

Ria Norsan Lantik Dewan MTQ

KILASKALBAR — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melantik Dewan Hakim, Panitera, dan Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Pendopo Bupati Kayong Utara, Minggu (2/8/2026).

 

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius. Di hadapan para kafilah, tokoh agama, dan tamu undangan, Gubernur membuka sambutannya dengan sebuah pantun yang mengandung pesan moral bagi para dewan hakim yang baru dilantik.

 

“Indahnya nian Pantai Pulau Datok, tempat berjumpa para kafilah. Hari ini dewan hakim kita lantik, menjunjung adil memegang amanah.”ujarnya.

 

Usai melantik, Gubernur Ria Norsan mengingatkan bahwa tugas sebagai dewan hakim bukan sekadar menjalankan fungsi penilaian, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah SWT.

 

“Bapak dan Ibu adalah seorang pemimpin. Amanah yang diberikan hari ini bukan hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga kelak di akhirat di hadapan Allah SWT. Karena itu, laksanakan tugas ini dengan penuh kejujuran, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab,” pesan Gubernur.

 

Gubernur juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dan netralitas selama pelaksanaan MTQ. Menurutnya, seluruh dewan hakim harus memberikan penilaian secara objektif tanpa memihak kepada kafilah atau peserta tertentu.

 

“Saya minta jangan ada keberpihakan, tidak ada istilah sebelah A atau sebelah B. Semua peserta harus dinilai secara objektif sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Itulah wujud keadilan yang harus dijunjung tinggi,” tegasnya.

 

Selain itu, ia mengingatkan agar setiap perbedaan pendapat dalam proses penilaian diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat sehingga tidak menimbulkan persoalan yang dapat mencederai kredibilitas penyelenggaraan MTQ.

 

“Apabila terdapat perbedaan pendapat dalam penilaian, selesaikan dengan musyawarah. Saya tidak ingin mendengar ada dewan hakim yang bertindak tidak adil atau melakukan kesalahan yang mencoreng nama baik MTQ,” ujarnya.

 

Di akhir arahannya, Gubernur berharap seluruh dewan hakim dapat menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta menjadikan MTQ sebagai ajang pembinaan generasi Qurani yang melahirkan qari dan qariah terbaik untuk mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional.

 

“Saya berharap dengan dilantiknya dewan hakim yang profesional dan berintegritas tinggi, pelaksanaan MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara dapat berlangsung lancar, sukses, serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat pada ajang yang lebih tinggi,” pungkasnya.

 

Pelantikan ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon kelancaran, keamanan, dan keberkahan bagi seluruh rangkaian pelaksanaan MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kabupaten Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *