November 1, 2026

Penyu Sisik Langka Kembali ke Habitatnya, DKP Kalbar Lepaskan di Muara Sungai Kapuas

IMG-20260723-WA0003

Antisipasi Kepunahan, DKP Kalbar Lepas Liarkan Penyu Sisik ke Habitat

KILASKALBAR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat bersama Balai Pengelola Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Yayasan SEALIFE Indonesia melepasliarkan seekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata) ke habitat alaminya di perairan muara Sungai Kapuas menuju laut, Rabu (22/7/2026).

 

Penyu sisik tersebut sebelumnya tidak sengaja tertangkap jaring nelayan. Setelah dievakuasi, satwa laut yang dilindungi itu diserahkan kepada Balai Pengelola Kelautan KKP dan selanjutnya menjalani pemeriksaan serta triase kesehatan oleh tim dokter hewan dari Yayasan SEALIFE Indonesia.

 

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi penyu dalam keadaan sehat sehingga dinyatakan layak untuk kembali dilepas ke alam. Proses pelepasan dilakukan menggunakan Kapal Bilao 02, kapal pengawasan milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat.

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Natalia, mengatakan pelepasliaran ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi.

 

“Penyu sisik merupakan salah satu spesies yang populasinya terus menurun dan saat ini berada dalam kondisi terancam punah. Karena itu, setiap individu yang berhasil diselamatkan memiliki nilai yang sangat penting bagi upaya konservasi. Kami mengapresiasi nelayan yang telah melaporkan tangkapan tidak sengaja ini sehingga penyu dapat diselamatkan dan dikembalikan ke habitatnya,” ujar Natalia.

 

Menurutnya, keterlibatan nelayan menjadi kunci keberhasilan perlindungan satwa laut dilindungi. DKP Kalbar terus mendorong masyarakat pesisir agar segera melaporkan apabila menemukan atau menangkap satwa yang dilindungi secara tidak sengaja.

 

Natalia menjelaskan, penyu sisik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, khususnya terumbu karang. Satwa tersebut merupakan pemakan utama spons laut yang dapat tumbuh berlebihan dan menghambat pertumbuhan karang.

 

“Keberadaan penyu sisik sangat penting untuk menjaga kesehatan terumbu karang. Dengan mengendalikan populasi spons laut, penyu membantu menjaga ruang tumbuh karang dan mempertahankan keanekaragaman hayati. Ekosistem yang sehat pada akhirnya juga mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan dan pariwisata bahari,” jelasnya.

 

Selain mengendalikan populasi spons, aktivitas makan penyu sisik juga membuka ruang bagi organisme laut lainnya untuk berkembang. Hal ini membuat ekosistem perairan tropis tetap seimbang dan produktif.

 

DKP Kalbar berharap pelepasliaran ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian penyu sisik beserta habitatnya. Masyarakat juga diimbau untuk tidak memperjualbelikan, memelihara, maupun mengonsumsi satwa yang dilindungi tersebut serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan penyu yang membutuhkan pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *