Meski Berkali-kali Alami Serangan Jantung, Haji Saodi Tetap Tuntaskan Rukun Haji
Cerita Haji Saodi saat menunaikan Ibadah Haji
KILASKALBAR – Rasa syukur dan haru menyelimuti Haji Saodi, jemaah haji asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, saat tiba kembali di Asrama Haji Pontianak usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Di balik keberhasilannya menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, tersimpan perjuangan berat melawan gangguan jantung yang dialaminya selama berada di Arab Saudi.
Pria berusia lanjut yang merupakan pensiunan guru SD tersebut mengaku sudah memiliki riwayat penyakit jantung sebelum berangkat ke Tanah Suci. Bahkan, ia baru saja menjalani pemasangan ring jantung sebelum keberangkatannya menunaikan ibadah haji.
“Senang setelah kembali ke tanah air. Waktu di sana memang kondisi saya sakit, gangguan jantung. Bergerak sedikit saja sudah mulai terasa sakit,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Pontianak.
Saodi menceritakan, pada hari keempat berada di Madinah, dirinya harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah diperiksa dokter spesialis jantung, tim medis memutuskan tidak melakukan tindakan lebih lanjut karena kondisi pemasangan ring jantungnya masih tergolong baru.
Selanjutnya, ia mendapat perawatan dari dokter yang bertugas di hotel tempatnya menginap. Menurut Saodi, dokter menduga serangan jantung yang dialaminya juga dipengaruhi tingginya kadar asam urat. Setelah mendapatkan infus, suntikan, dan pengobatan, kondisinya berangsur membaik.
Namun, cobaan belum berakhir. Selama pelaksanaan ibadah haji, Saodi mengaku masih beberapa kali mengalami serangan jantung, bahkan hingga dua kali dalam sehari. Momen paling berat terjadi saat puncak ibadah haji di Arafah.
“Waktu mau naik bus menuju Arafah saya kena serangan. Setelah turun dari bus menuju tenda di Arafah, itu yang paling berat. Jarak dari gerbang ke tenda cukup jauh. Saya yang terakhir berjalan dan sempat ingin berhenti, tetapi saya paksa terus berjalan,” kenangnya.
Dalam kondisi kesakitan, Saodi mengaku mendapat bantuan cepat dari petugas haji yang sigap membantunya hingga tiba di tenda. Setelah beristirahat dan mengonsumsi obat, dokter kembali datang untuk memantau kesehatannya.
Meski harus berjuang melawan penyakit, Saodi tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian wajib haji. Hanya saja, untuk pelaksanaan tawaf ifadah dan sa’i, ia harus menggunakan kursi roda yang didorong oleh petugas.
“Alhamdulillah semua rangkaian pokok haji bisa saya ikuti. Memang ada yang harus menggunakan kursi roda, tetapi semuanya bisa terlaksana dengan baik,” katanya.
Bagi Saodi, sakit yang dialaminya justru menjadi pelajaran spiritual yang sangat berharga. Ia mengaku lebih banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT selama menjalani ujian kesehatan tersebut.
“Pada saat sakit itu saya benar-benar menangis dan memohon kepada Allah supaya penyakit saya disembuhkan dan ibadah haji saya diterima. Saat itulah saya merasa sangat dekat dengan Allah,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi hikmah terbesar yang ia peroleh selama berhaji. Di tengah keterbatasan fisik, ia merasakan kekuatan dan pertolongan Allah hingga mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke Indonesia dengan selamat.
Saodi juga mengaku kondisi kesehatannya berangsur membaik menjelang kepulangan. Frekuensi serangan jantung yang sebelumnya bisa mencapai tujuh hingga delapan kali dalam sehari mulai berkurang secara signifikan.
“Hari-hari terakhir sebelum pulang kondisi saya lumayan membaik. Batuk sudah hilang dan serangan jantung mulai berkurang,” ujarnya.
Setelah kembali ke tanah air, Saodi berharap dapat mempertahankan kemabruran hajinya dengan meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta ibadah kepada Allah SWT maupun sesama manusia.
“Haji mabrur itu bukan hanya saat pelaksanaan di Tanah Suci, tetapi bagaimana setelah pulang kita bisa meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Diketahui, Haji Saodi merupakan jemaah haji asal Pontianak yang telah menunggu selama 13 tahun untuk dapat berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
