Masih Terpantau Titik Api, Gubernur Kalbar Perkuat Penanganan Karhutla
Gubernur Kalbar, Ria Norsan turun Langsung Melihat Kondisi Karhutla
KILASKALBAR — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan pemerintah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalbar.
Hal tersebut disampaikan Ria Norsan usai mengikuti rapat bersama Forkopimda di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (8/9/2026).
Menurut Norsan, salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian utama pemerintah adalah Kabupaten Ketapang. Hingga Selasa sore ini, jumlah titik api di daerah tersebut disebut telah mengalami penurunan.
“Di Ketapang sampai tadi sore ini sudah tinggal 56 titik api, dari 73 tadi pagi,” kata Norsan.
Selain Ketapang, titik api juga masih ditemukan di wilayah Kubu Raya. Salah satunya berada di kawasan Mega Timur.
Norsan mengatakan pemerintah sebenarnya telah menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi titik api di Mega Timur pada Selasa sore ini. Namun, rencana tersebut batal dilakukan karena waktu yang sudah terlalu sore.
Meski demikian, upaya pemadaman dipastikan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.
“Upaya-upaya kita tetap terus, berkolaborasi dengan TNI-Polri, kemudian juga masyarakat pemadam api, Manggala Agni,” ujarnya.
Tidak hanya aparat dan petugas pemadam, pemerintah juga mendapat dukungan dari mahasiswa, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat umum yang turut membantu penanganan karhutla.
Norsan juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak asap akibat karhutla. Menurutnya, kondisi kualitas udara di Pontianak telah berada pada level yang membahayakan sehingga masyarakat diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
Ia menjelaskan, sebaran asap tidak hanya berasal dari titik kebakaran di wilayah sekitar Pontianak, tetapi juga dipengaruhi arah angin yang membawa asap dari sejumlah daerah.
“Kalau keluar rumah pakai masker,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjut Norsan, akan terus melakukan langkah pencegahan dan pemadaman guna menekan dampak karhutla terhadap masyarakat.
