November 1, 2026

Gubernur Kalbar Minta PLN Percepat Perbaikan Mesin

IMG-20260704-WA0003

KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat meminta PT PLN (Persero) segera mempercepat perbaikan mesin pembangkit yang mengalami gangguan sehingga pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat tidak berlangsung terlalu lama.

 

Menanggapi keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang berlangsung hingga berjam-jam, gubernur mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah berkoordinasi dengan PLN maupun Pertamina untuk memastikan penyebab gangguan tersebut.

 

“Kita sudah menyampaikan kepada PLN, juga kepada Pertamina. Tadinya kita khawatir ada hubungannya dengan minyak, ternyata sebenarnya ada mesin yang rusak,” ujarnya saat membuka Konferensi II Gerdayak Kalbar, Jumat (3/7/2026).

 

Ia menegaskan pemerintah daerah meminta proses perbaikan dilakukan secepat mungkin agar dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

 

“Cuma kita minta secepat mungkin untuk memperbaiki. Kasihan masyarakat. Masa sampai lima jam atau enam jam. Saya minta tolong kepada pimpinan PLN untuk segera memperbaiki mesin yang rusak,” tegasnya.

 

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengungkapkan penyebab terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kalimantan Barat akibat penurunan kemampuan pasok daya pada sistem kelistrikan.

 

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan kondisi tersebut dipicu gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

 

Akibat gangguan tersebut, kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal. Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah Kalimantan Barat sesuai kebutuhan operasional.

 

Mukhlis menegaskan gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara. Menurutnya, stok energi primer saat ini dalam kondisi aman.

 

PLN juga memaksimalkan pengoperasian pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik melalui pembangkit milik mitra kerja guna mengurangi dampak pemadaman terhadap pelanggan.

 

“Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan,” ujarnya dalam pesan singkat whatsapp, Sabtu (4/7/2026).

 

PLN menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan proses penanganan gangguan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan. Perseroan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemulihan berlangsung.

 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap proses perbaikan dapat selesai sesuai target sehingga pasokan listrik kembali normal dan aktivitas masyarakat maupun dunia usaha tidak lagi terganggu akibat pemadaman bergilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *