Disdikbud Kalbar Terapkan Kebijakan Darurat Pembelajaran Akibat Banjir di Sekadau dan Sanggau
KILASKALBAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat mengambil langkah cepat menyikapi banjir yang berdampak pada aktivitas belajar di dua sekolah menengah atas di Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau.
Kebijakan darurat diterapkan untuk menjaga keselamatan siswa sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meski dalam keterbatasan.
Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan pihaknya menerima laporan gangguan akses menuju SMAN 2 Nanga Taman sejak 7 Januari 2026.
“Sekolahnya memang belum tergenang banjir, tetapi pelajar dan guru tidak bisa menuju sekolah karena jembatan itu satu-satunya akses,” ujarnya, Senin (12/1).
Akibat kondisi tersebut, pembelajaran tatap muka tidak dapat dilaksanakan. Disdikbud Kalbar menginstruksikan pembelajaran mandiri dari rumah, meski pelaksanaannya menghadapi kendala besar.
“Internet juga tidak tersedia di sana, sehingga pembelajaran tidak bisa dilakukan secara daring. Guru-guru memberikan materi penugasan secara lisan kepada masing-masing pelajar,” kata Faisal.
Selain mengatur pola belajar, Disdikbud Kalbar juga mengimbau sekolah lain yang berpotensi terdampak banjir untuk segera melakukan pendataan serta pengamanan aset sekolah.
“Kami arahkan agar aset-aset sekolah yang kemungkinan terdampak segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman, supaya saat pembelajaran kembali normal fasilitas bisa langsung digunakan,” jelasnya.
Sementara itu, di SMAN 2 Sekayam, banjir bahkan sempat merendam sebagian besar bangunan sekolah. Meski demikian, ketersediaan listrik dan jaringan internet memungkinkan pembelajaran dilakukan secara daring.
“Untuk Sekayam, kondisi banjir sudah sampai ke sekolah. Namun karena akses listrik dan internet masih tersedia, pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring,” ujarnya.
Disdikbud Kalbar juga meminta para guru memberikan edukasi kepada siswa agar tidak bermain di area banjir, guna menjaga kesehatan dan keselamatan selama masa bencana.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi di lapangan agar aktivitas pembelajaran dapat kembali berjalan normal setelah kondisi banjir benar-benar surut.
