November 1, 2026

58 Jemaat Gereja Stella Maris Diduga Keracunan Makanan, Korban Alami Mual, Muntah dan Diare Massal

IMG-20260609-WA0008

58 warga diduga alami keracunan usai menyantap makanan yang dibagikan saat kegiatan gereja di Pontianak

KILASKALBAR – Sebanyak 58 jemaat Gereja Stella Maris Pontianak diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam kegiatan di salah satu gereja di Kota Pontianak pada Minggu, (7/6/2026).

Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Aris, mengatakan informasi terkait dugaan keracunan tersebut diterima pihak kepolisian pada Senin, (8/6/2026) malam setelah puluhan jemaat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, para korban sebelumnya menghadiri kegiatan di Gereja Stella Maris Pontianak yang diikuti sekitar 300 jemaat. Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan konsumsi berupa nasi kotak.

“Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah jemaat mengalami keluhan mual, muntah, diare, pusing hingga nyeri di bagian ulu hati,” ujar Kompol Aris saat dikonformasi wartawan pada selasa (9/6/2026).

Salah seorang korban, Hilarius Rima, mengaku mulai merasakan gejala beberapa saat setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut. Saat berobat ke rumah sakit, ia mendapati banyak jemaat lain mengalami keluhan serupa.

Dari data yang diperoleh kepolisian, total korban yang diduga mengalami keracunan mencapai 58 orang.

Sebanyak 51 korban menjalani penanganan di RSUD Pontianak Utara, terdiri dari empat pasien rawat inap, 29 pasien masih menjalani observasi, dan 18 pasien rawat jalan.

Sementara tujuh korban lainnya mendapat penanganan di RS Yarsi Pontianak Timur, dengan rincian tiga pasien rawat inap dan empat pasien rawat jalan.

Menurut Kompol Aris, jumlah korban yang mengakses layanan kesehatan masih berpotensi bertambah karena masih ada jemaat yang datang untuk menjalani pemeriksaan medis.

Berdasarkan keterangan saksi, makanan yang dikonsumsi para korban terdiri dari nasi putih, ayam goreng tepung, tumis buncis dan wortel, serta telur rebus berbumbu pedas.

Saat ini polisi masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan juga telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Sebagian korban sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani observasi dan perawatan medis,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *