November 1, 2026

Jadi Garda Terdepan, Ria Norsan Andalkan MPA Dapat Cegah Karhutla di Kayong Utara

IMG-20260921-WA0003

Istimewa

KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menuturkan pentingnya peran Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah.

 

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang digelar di Aula Kantor Bupati Kayong Utara, Senin (21/9/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, Wakil Bupati Kayong Utara, jajaran Forkopimda, kepala OPD Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kayong Utara, para camat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta relawan MPA dari 10 desa di Kecamatan Sukadana.

 

Dalam arahannya, Norsan menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan solidaritas dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, bencana karhutla yang terjadi setiap tahun tidak dapat diselesaikan dengan saling menyalahkan, melainkan melalui kolaborasi semua pihak.

 

“Sekarang saatnya kita bersatu untuk menghadapi musibah yang sedang menimpa daerah kita ini. Jangan lagi saling menyalahkan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Mari kita tinggalkan budaya saling menuding dan fokus memberikan perhatian penuh bersama seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

 

Norsan menjelaskan, musim kemarau yang menyebabkan minimnya curah hujan membuat kondisi lahan dan hutan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat menjadi sangat kering dan rentan terbakar, termasuk di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

 

“Kondisi inilah yang membuat lahan dan hutan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, menjadi sangat kering dan rentan terbakar,” ujarnya.

 

Menurutnya, keberadaan MPA memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah kebakaran sejak dini sebelum meluas menjadi bencana yang lebih besar. Apalagi, titik panas masih terpantau di sejumlah wilayah yang memerlukan pengawasan bersama.

 

Gubernur juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang tergabung dalam MPA karena telah membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di tingkat desa.

 

Ia menambahkan, hingga saat ini penanganan karhutla di Kalimantan Barat melibatkan tidak kurang dari 15.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

 

“Kita patut bersyukur bahwa sampai saat ini tidak kurang dari 15.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Kepolisian Daerah (Polda Kalbar), Kodam XII/Tanjungpura, Manggala Agni, BPBD baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta unsur masyarakat peduli api dan berbagai organisasi kemasyarakatan bahu-membahu memadamkan api,” jelasnya.

 

Norsan kembali mengingatkan agar seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga desa, terus memperkuat koordinasi dengan Forkopimda dan pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan karhutla.

 

“Pemerintah kabupaten, kota, kecamatan, hingga tingkat desa harus berjalan selaras dan seirama memberikan perhatian penuh bersama Forkopimda dan pusat,” tegasnya.

 

Melalui penguatan peran MPA dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap upaya pencegahan karhutla dapat semakin efektif sehingga dampak kebakaran maupun kabut asap dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *