Langkah Richie Duta Richardo Terhenti di Perempat Final Polytron Indonesia Super 100
Richardo Richie Duta
KILASKALBAR – Wakil Indonesia di Tunggal Putra, Richie Duta Richardo, harus mengakhiri perjuangannya di ajang Polytron Indonesia Super 100 setelah kalah dari wakil Jepang, Shoko Ogawa, pada babak perempat final yang digelar di Gor Terpadu Ayani, Jumat (4/9/2026).
Richie takluk dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21-8, 10-21, 16-21. Sempat tampil dominan dan merebut gim pertama, performa Richie kemudian menurun pada dua gim berikutnya hingga kemenangan berbalik menjadi milik Shoko Ogawa.
Pada gim pertama, Richie mampu memanfaatkan tempo permainan yang dinilai tidak diantisipasi oleh lawannya. Ia tampil agresif dan membuat Ogawa kesulitan mengembangkan permainan.
“Untuk kesulitan hari ini mungkin dari game pertama saya lebih unggul, soalnya musuh juga enggak siap bermain tempo lambat. Jadi mungkin dia sempat kaget,” ujar Richardo seusai pertandingan.
Memasuki gim kedua, Ogawa melakukan perubahan pola permainan. Perubahan tersebut membuat Richie kesulitan mengimbangi permainan lawan dan tertinggal cukup jauh.
“Untuk set kedua, posisi dia langsung berubah cara main. Saya juga ketinggalannya cukup jauh. Tadi di set kedua saya mencoba ngikutin temponya,” kata Richie.
Pada gim penentuan, pertandingan berlangsung lebih ketat. Namun, Richie menilai Ogawa mampu bermain lebih konsisten dan minim melakukan kesalahan sendiri.
“Di set ketiga cuma lebih konsisten dia sih, lebih kayak enggak banyak matinya. Saya lebih banyak mati sendirinya,” tuturnya.
Kekalahan tersebut juga tak lepas dari kondisi fisik dan fokus Richie setelah menjalani pertandingan secara beruntun. Sebelumnya, ia baru saja meraih gelar juara di International Cup satu pekan lalu.
Richie mengakui bahwa kondisi tubuhnya memang mengalami penurunan setelah menjalani dua turnamen secara beruntun. Meski demikian, ia menilai penurunan tersebut tidak terlalu signifikan.
“Kalau kondisi menurun sih, menurun pasti ada. Cuma enggak yang separah itu,” ungkapnya.
Menurut Richie, faktor fokus juga menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki setelah menjalani rangkaian pertandingan dalam dua pekan terakhir.
“Sama mungkin untuk lebih ke fokusnya aja sih. Tadi lebih kurang netep aja sih,” ujarnya.
Meski gagal melangkah ke semifinal Polytron Indonesia Super 100, Richie tetap menilai penampilannya selama dua pekan terakhir cukup positif.
Ia sebelumnya berhasil menjadi juara di International Cup dan kemudian mampu melangkah hingga babak perempat final di ajang Polytron Indonesia Super 100.
“Untuk performa selama dua minggu ini, yang saya jalanin cukup baik. Apa yang dilatih juga maksimal di minggu pertama,” kata Richie.
Namun, ia mengakui masih ada aspek konsistensi yang perlu ditingkatkan, terutama untuk menghadapi turnamen berikutnya.
“Di minggu dua mungkin kurang konsisten aja sih. Saya harus lebih konsisten lagi untuk ke depannya,” ucapnya.
Richie pun menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi sebelum kembali tampil di ajang Super 100 berikutnya. Ia berharap dapat meningkatkan konsistensi permainan dan menjaga fokus agar mampu meraih hasil yang lebih baik.
“Untuk Super 100 selanjutnya,” tutupnya.
