November 1, 2026

Karhutla Kalbar Capai 28 Ribu Hektare, Ketapang dan Mempawah Jadi Wilayah Terluas

IMG-20260715-WA0001

Karhutla Melanda Kubu Raya

KILASKALBAR – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat sepanjang 2026 hingga periode terakhir yang dipaparkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kalbar mencapai sekitar 28 ribu hektar.

 

Kepala Dinas LHK Kalbar Adi Yani mengatakan, kebakaran tersebar di sejumlah wilayah dengan Kabupaten Ketapang dan Mempawah menjadi daerah yang mencatat luasan kebakaran cukup besar.

 

“Data sampai kemarin, yang terbakar kurang lebih 28 ribu hektare. Yang terbesar sampai saat ini di Kabupaten Ketapang dan Mempawah,” ujar Adi Yani.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena karhutla di Kalbar merupakan persoalan yang berulang setiap tahun.

 

Adi menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Dinas LHK Kalbar sejak 2019 hingga 2026, luasan karhutla terbesar terjadi pada 2019 dengan sekitar 151 ribu hektare.

 

“Yang paling luas itu pada tahun 2019, sekitar 151 ribu hektare. Terbesar saat itu di Ketapang, kemudian Kayong Utara dan Kubu Raya,” katanya.

 

Sementara pada 2023, karhutla kembali meningkat dengan luasan sekitar 111 ribu hektare.

 

Pemerintah daerah, telah melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan, mulai dari sosialisasi, pembinaan, pemadaman, pemberdayaan masyarakat hingga penegakan hukum.

 

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), masyarakat peduli api serta perusahaan.

 

“Kita melakukan pencegahan, penanggulangan atau pemadaman, kemudian penegakan hukum,” jelasnya.

 

Adi menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *