November 1, 2026

Norsan: Buruh Penopang Ekonomi Kalbar, Kesejahteraan Pekerja Harus Jadi Prioritas

WhatsApp-Image-2026-06-09-at-17.51.47-1024x502

KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa buruh memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan kesejahteraan pekerja harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh diabaikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Norsan dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang diperingati setiap 1 Mei.

Menurutnya, pekerja bukan sekadar bagian dari proses produksi, melainkan kekuatan utama yang menjaga roda perekonomian Kalimantan Barat tetap bergerak di berbagai sektor.

“Buruh bukan sekadar tenaga produksi. Mereka adalah kekuatan yang menjaga denyut ekonomi Kalbar tetap hidup. Karena itu, kesejahteraan mereka adalah harga mati,” ujar Norsan di Pontianak, Jumat (1/5/2026).

Mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan”, peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat penghargaan terhadap kontribusi para pekerja melalui perlindungan hak-hak ketenagakerjaan serta jaminan kehidupan yang layak.

Norsan menegaskan, setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja beserta keluarganya.

“Saat saya menandatangani kebijakan, yang saya pikirkan bukan angka, tetapi kehidupan keluarga mereka. Saya tidak ingin ada buruh yang sudah bekerja keras, tetapi masih dihantui ketidakpastian masa depan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 sebesar Rp3.050.000. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjamin hak-hak pekerja sekaligus menjaga keseimbangan hubungan industrial antara pekerja dan dunia usaha.

Meski demikian, Norsan mengakui tantangan di sektor ketenagakerjaan akan terus berkembang seiring perubahan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat, adil, dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh pihak menghilangkan berbagai sekat yang dapat menghambat terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan produktif.

“Hari ini bukan sekadar peringatan, tetapi momentum untuk memastikan keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh pekerja, dari ladang hingga pabrik,” tegasnya.

Melalui semangat Hari Buruh Internasional 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap kesejahteraan pekerja terus meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *