April 17, 2026

Merajut Ukhuwah, PMII Mempawah Tegaskan Mengawal Stabilitas Nasional dan Demokrasi yang Santun dan Beradat

IMG-20260403-WA0005

PMII Mempawah akan mengawal Stabilitas Nasional dan Demokrasi Santun dan Beradat ( Foto : PMII Mempawah )

KILASKALBAR – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mempawah menyelenggarakan “Halalbihalal dan Silaturahmi Intelektual” dalam rangka Idulfitri 1447 H yang bertempat di Salah Satu Rumah Makan di Mempawah pada Jumat (03/04/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Ukhuwah di Bumi Galaherang: Transformasi Jihad Intelektual PMII dalam Mengawal Stabilitas Nasional dan Demokrasi yang Santun dan Beradat,”

Dalam Halalbihalal ini menghadirkan akademisi Dr. Basuki Wibowo, M.Pd., sebagai narasumber utama. Turut hadir jajaran alumni senior serta seluruh kader PC PMII Kabupaten Mempawah untuk memperkuat sinergi intelektual di tingkat daerah.

Dalam paparannya, Dr. Basuki Wibowo menekankan pentingnya redefinisi peran mahasiswa di tengah dinamika global. Ia mengajak kader untuk mengedepankan “Jihad Intelektual” sebagai respons terhadap isu nasional, termasuk mitigasi dampak konflik Timur Tengah terhadap ketahanan energi dan pangan domestik. Mahasiswa diharapkan peka terhadap situasi geopolitik dunia dan mampu menjadi penyejuk (cooling system) jika muncul isu-isu sensitif di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Basuki mengingatkan kader PMII untuk kembali ke fitrah pergerakan yang berasaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Ia menyoroti perlunya dekonstruksi terhadap narasi radikal yang tidak relevan dengan budaya bangsa.

“Kader PMII harus memegang teguh prinsip Tawasuth (moderat) dan Tawazun (seimbang). Kritik terhadap kebijakan adalah kewajiban intelektual, namun harus disampaikan dengan cara yang ma’ruf dan beradat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Mempawah, Hafit, menegaskan komitmen organisasi untuk menggeser paradigma lama menuju “Jihad Intelektual”. Menurutnya, PMII siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah melalui masukan kritis yang berbasis data dan kajian akademik.

“Kami ingin mewujudkan kritik yang solutif. Ke depan, aspirasi tidak hanya dibawa ke jalanan, tetapi dimanifestasikan melalui naskah rekomendasi kebijakan. Kami berkomitmen menjaga stabilitas di Bumi Galaherang melalui jalur intelektual,” tegasnya.

Sebagai manifestasi jihad pasca-Ramadhan, PC PMII Mempawah berkomitmen melahirkan kader yang tidak hanya kritis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi yang damai. Penguatan jati diri Aswaja diharapkan menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas serta kemajuan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *