April 17, 2026

OMK Ajak Umat Menyelami Kasih dan Pengorbanan Kristus yang di Cambuk Hingga Penyaliban

IMG-20260403-WA0003

OMK Sayut hidupkan Jalan Salib Kreasi Untik Ajak Umat Menyelami Kasih dan Pengorbanan Kristus ( Foto : Dika Febriawan )

KILASKALBAR – Suasana hening dan penuh penghayatan menyelimuti peringatan Jumat Agung yang digelar oleh Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki Penampakan Tuhan – Sayut, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (03/04/2026).

Orang Muda Katolik (OMK) setempat mempersembahkan Jalan Salib kreasi yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan iman bagi umat yang hadir.

Melalui peragaan yang menyentuh hati, umat diajak untuk masuk lebih dalam ke dalam kisah sengsara Yesus Kristus sebuah perjalanan kasih yang berpuncak pada pengorbanan di kayu salib demi keselamatan manusia.

Dengan melibatkan belasan anggota OMK sebagai pemeran di setiap perhentian, Jalan Salib ini tampil hidup dan penuh totalitas. Setiap adegan disajikan dengan ekspresi mendalam, menghadirkan suasana doa yang kuat dan mengundang umat untuk merenung.

Peneran Utama yang memerankan Yesus, Yudas Tobias mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat ambil bagian dalam pelayanan ini.

“Ini kali kedua saya terlibat. Dulu saya berperan sebagai salah satu penjahat, sekarang dipercayakan memerankan Yesus. Ada tantangan, tetapi berkat latihan dan dukungan teman-teman, semuanya bisa dijalani dengan baik,” ujarnya.

Di balik keberhasilan pementasan ini, terdapat proses panjang yang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Frater Fransisko Sadianto selaku sutradara menuturkan bahwa latihan telah dilakukan jauh hari sebelumnya.

“Anak-anak sangat antusias dan bersemangat. Harapan kami, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan iman, agar OMK dan Remaka semakin bertumbuh dan teguh dalam iman,” katanya.

Tak hanya para pelaku, umat yang hadir pun merasakan dampak rohani yang mendalam. Banyak yang larut dalam doa, bahkan tersentuh oleh penghayatan para pemeran salah satunya Merry.

“Saya merasa seperti benar-benar masuk ke dalam kisah sengsara Yesus. Anak-anak muda ini luar biasa, mereka membuat kami bisa lebih menghayati pengorbanan Kristus.”ujarnya usai menyaksikan Tablo yang disuguhkan OMK setempat.

Hal senada disampaikan oleh Victorious Maslie, yang menilai pendekatan visual seperti ini sangat membantu umat dalam memahami makna Jumat Agung.

“Biasanya kita hanya mendengar, tapi lewat peragaan ini pesannya lebih terasa dan menyentuh hati,” tuturnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Penampakan Tuhan Sayut, Antonius Gatot Wibawa, SMM, menegaskan bahwa Jalan Salib bukan sekadar pertunjukan, melainkan sarana refleksi iman yang mendalam.

“Jalan Salib mengajak kita berjalan bersama Yesus dalam penderitaan-Nya. Ini adalah momen untuk merenungkan kasih Allah yang begitu besar, sekaligus kesempatan bagi kita untuk bertobat dan memperbaharui hidup,” jelasnya.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada OMK yang telah menghadirkan pengalaman iman yang hidup bagi seluruh umat.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan iman bagi generasi muda serta mempererat kebersamaan dalam kehidupan menggereja.(dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *