April 17, 2026

Sulitnya Akses Siswa Kepulauan, Ria Norsan Dorong Pembangunan Asrama

IMG-20260410-WA0006

Gubernur Kalbar meninjau SMK N 1 Sukadana ( Foto : Dika Febriawan )

KILASKALBAR – Akses pendidikan bagi siswa yang berasal dari wilayah kepulauan di Kabupaten Kayong Utara masih menghadapi tantangan serius. Faktor cuaca dan keterbatasan transportasi laut kerap menjadi hambatan utama yang mengganggu aktivitas belajar para siswa

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat melakukan peninjauan langsung ke SMK Negeri 1 Sukadana beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya, gubernur menegaskan pentingnya pembangunan asrama siswa sebagai solusi paling realistis untuk menjamin kelangsungan pendidikan.

Sebagian siswa di sekolah tersebut diketahui berasal dari wilayah kepulauan seperti Pulau Laut, Sandai, hingga Seponti. Untuk menuju sekolah, mereka harus menyeberang menggunakan transportasi laut dengan kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat.

Saat gelombang tinggi maupun musim angin ribut, tidak sedikit siswa yang terpaksa bertahan di Sukadana dan tidak dapat kembali ke rumah dalam waktu yang cukup lama.

“Solusi yang paling realistis bukan hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi para siswa,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kayong Utara.

Menurutnya, pembangunan asrama menjadi kebutuhan yang paling mendesak agar proses belajar siswa tidak terganggu oleh kondisi alam. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan alokasi anggaran pembangunan asrama siswa pada tahun 2027.

Tidak hanya siswa, para tenaga pendidik juga menghadapi persoalan yang sama. Banyak guru yang berasal dari luar daerah harus menyewa tempat tinggal dengan jarak yang tidak selalu dekat dari sekolah.

Untuk mendukung kenyamanan tenaga pendidik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga berencana membangun rumah dinas guru yang masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2027.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan serta memberikan kepastian akses belajar bagi siswa dan tenaga pendidik di Kabupaten Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *