April 17, 2026

Pemkab Kubu Raya Perkuat Pembinaan Pelajar Usai Insiden Molotov di SMPN 3 Sungai Raya

WhatsApp-Image-2025-12-04-at-16.35.49-1024x570

KILASKALBAR – Insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menyikapi kejadian tersebut, pemerintah langsung memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap pelajar dan keluarga.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, memastikan pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami sudah menelusuri akar masalah anak yang terlibat. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemantauan. Secara aktivitas sebenarnya sudah normal, namun tetap perlu pendampingan lebih lanjut,” ujarnya di Sungai Raya.

Menurutnya, kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap remaja, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Hasil pendalaman sementara menunjukkan adanya tekanan psikologis akibat kondisi keluarga yang turut memengaruhi perilaku anak.

“Peran orang tua sangat penting. Lingkungan keluarga harus menjadi perhatian utama. Anak seusia ini seharusnya tidak menanggung beban persoalan keluarga yang berat,” katanya.

Pendampingan akan dilakukan bersama pihak sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta kepolisian. Selain itu, Bhabinkamtibmas dijadwalkan rutin memberikan edukasi terkait pencegahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah.

Syarif juga mengimbau orang tua agar lebih aktif memantau aktivitas anak di rumah, termasuk mengarahkan mereka pada kegiatan positif sesuai minat dan bakat.

“Prinsipnya ultimum remedium. Kita selesaikan akar masalah terlebih dahulu dan fokus pada pembinaan karena anak ini masih di bawah umur,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi meskipun tidak menimbulkan kerusakan serius.

“Saya sudah memonitor dan sangat menyayangkan aksi ini. Walaupun tidak ada kerusakan, tindakan tersebut tetap tidak bisa ditoleransi karena menimbulkan ketidaknyamanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Perhatian juga datang dari Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan pengawasan digital di sekolah. Ia mendorong satuan pendidikan meningkatkan komunikasi dengan orang tua serta memperluas kegiatan ekstrakurikuler sebagai ruang ekspresi positif bagi siswa.

Insiden tersebut menyebabkan satu orang korban yang telah mendapatkan penanganan medis dan dipulangkan. Pemerintah berharap kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan aparat dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *