Pedagang Ketupat Keluhkan Omzet Turun Jelang Idul Adha 2026
Penjual ketupat keluhkan minimnya omset menjelang Idul Adha
KILASKALBAR – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, sejumlah pedagang ketupat musiman mengeluhkan penurunan omzet yang cukup drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini disebut dipengaruhi oleh naiknya harga bahan baku serta menurunnya minat masyarakat membeli ketupat.
Salah seorang pedagang ketupat yang berjualan di Jalan H. Rais. A Rahman Juminten, mengaku penjualannya tahun ini jauh dari harapan. Biasanya ia mampu menjual ribuan ketupat dalam sehari menjelang Idul Adha, namun kini dagangannya banyak tersisa hingga terpaksa dibuang karena layu.
“Sepi bang, biasa saya nyetok 2.000 ketupat, tapi sekarang hanya 700 ketupat, itu pun belum habis. Banyak yang dibuang karena sudah layu,” ujar Juminten saat ditemui di lapaknya, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku seperti janur kelapa dan ongkos produksi turut memberatkan para pedagang. Di sisi lain, daya beli masyarakat dinilai menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Bahan baku naik dan minat orang beli ketupat tahun ini juga kurang,” katanya.
Juminten mengatakan, pada Idul Adha tahun lalu dirinya masih bisa meraup omzet hingga Rp1,2 juta per hari. Namun tahun ini pendapatannya turun drastis dan hanya mencapai sekitar Rp200 ribu.
“Biasanya saya bisa dapat Rp1 juta 200 ribu, sekarang cuma Rp200 ribu. Kondisi ini sama kayak waktu COVID-19 kemarin,” ungkapnya.
Fenomena lesunya penjualan jelang Idul Adha 2026 juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia. Beberapa pedagang dan pelaku usaha musiman mengaku mengalami penurunan pembeli akibat melemahnya daya beli masyarakat dan kenaikan biaya produksi.
