Maret 5, 2026

Disdikbud Kalbar Pastikan Kasus Keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis Ditangani Serius

WhatsApp-Image-2025-10-23-at-19.42.26-1024x768

KILASKALBAR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat memastikan tengah melakukan penanganan serius terhadap sejumlah kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena menyangkut kesehatan dan keselamatan pelajar penerima manfaat program.

Di Kabupaten Ketapang, tercatat 25 orang yang terdiri dari siswa dan guru SDN 12 Benua Kayong mengalami keracunan. Dugaan awal menyebutkan penyebab berasal dari ikan hiu goreng yang mengandung merkuri. Dari jumlah itu, 22 orang telah pulih, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.

Selain itu, lima siswa SDN 1 Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, juga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program serupa. Sementara di Kabupaten Sanggau, beberapa siswa dilaporkan sakit akibat makanan yang diduga basi, sehingga pelaksanaan MBG di wilayah tersebut sementara dihentikan untuk evaluasi mendalam. Laporan mengenai makanan basi juga diterima dari wilayah Ambawang.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan terus melakukan pemantauan agar kasus-kasus seperti ini tidak berulang kembali. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama kami,” tegas Faisal.

Program MBG merupakan salah satu inisiatif nasional yang bertujuan memberikan asupan gizi seimbang kepada pelajar guna mendukung konsentrasi dan prestasi belajar. Namun, insiden ini menjadi peringatan penting agar mekanisme pengadaan, penyimpanan, dan distribusi makanan dalam program tersebut diperketat dan diawasi lebih ketat di seluruh daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *