Banjir Ganggu Aktivitas Belajar di Sekadau dan Sanggau, Disdikbud Kalbar Ambil Langkah Darurat
KILASKALBAR – Banjir yang melanda wilayah Sekadau dan Sanggau berdampak pada aktivitas belajar siswa dan guru di SMAN 2 Nanga Taman dan SMAN 2 Sekayam.
Di SMAN 2 Nanga Taman, akses menuju sekolah sempat terputus akibat jembatan rusak, sehingga seluruh aktivitas tatap muka terhenti.
Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menjelaskan:
“Sekolahnya memang belum tergenang banjir, tetapi pelajar dan guru tidak bisa menuju sekolah karena jembatan itu satu-satunya akses.”
Sebagai solusi darurat, pembelajaran mandiri dari rumah diberlakukan, namun keterbatasan jaringan internet membuat pembelajaran daring tidak bisa dijalankan. Guru memberikan materi penugasan secara lisan, dan orang tua diminta aktif mengawasi anak-anak.
Perkembangan terbaru, akses ke Nanga Taman mulai bisa dilalui dengan jembatan rakit yang disewa bersama oleh siswa dan guru.
Sementara itu, di SMAN 2 Sekayam, banjir sempat merendam sekitar 70 persen gedung sekolah. Meski terdampak fisik, pembelajaran tetap berjalan secara daring karena listrik dan internet masih tersedia.
“Kondisi banjir sudah sampai ke sekolah, namun pembelajaran daring tetap bisa dilakukan,” jelas Faisal.
Hingga Minggu (11/1), banjir di Sekayam mulai surut, tetapi tatap muka belum sepenuhnya kembali normal. Disdikbud Kalbar terus memantau situasi dan meminta orang tua mendampingi anak-anak selama masa pembelajaran dari rumah.
