November 6, 2026

Pemkot Singkawang Berikan Apresiasi dan Bantuan Petugas Penanganan Karhutla

IMG_1130

KILASKALBAR, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang memberikan apresiasi dan bantuan kepada 907 personel yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang akhir Agustus hingga September 2026. Para petugas mendapat bantuan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras memadamkan api dan melindungi masyarakat.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, didampingi Wakil Wali Kota Muhammadin, Dandim 1202/SKW dan Wakapolres Singkawang di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (30/9/2026).

Sebanyak 907 personel penerima bantuan berasal dari berbagai unsur yang terlibat langsung dalam penanganan Karhutla. Mereka terdiri dari 300 personel TNI, 164 personel Polres Singkawang, 30 Manggala Agni, 22 BPBD, 15 Damkar Satpol PP, 178 personel BPKS dan YPKS, 115 Masyarakat Peduli Api (MPA), serta 21 personel AVB.

Dukungan juga diberikan kepada petugas dari empat kecamatan, yakni 17 personel Kecamatan Singkawang Tengah, 16 Singkawang Selatan, 19 Singkawang Utara, dan 10 Singkawang Timur.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan bantuan tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat yang disalurkan melalui Pemkot Singkawang sekaligus bentuk apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.

“Bantuan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk Pemerintah Kota Singkawang. Salah satunya berupa uang dan selang sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh personel dalam menangani Karhutla,” kata Tjhai Chui Mie.

Tak hanya insentif, dukungan operasional juga disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan petugas. Bantuan berupa BBM untuk kendaraan dan mesin pompa, mesin pompa, baju pemadam kebakaran, sepatu boot hingga senter masih dalam proses pengiriman.

“Nantinya bantuan tersebut akan dibagikan kepada lembaga tempat para petugas bernaung,” ujarnya.

Pengalaman menghadapi Karhutla tahun ini menjadi bahan evaluasi Pemkot Singkawang untuk memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau berikutnya.

Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari pembangunan sumur bor, normalisasi dan pengerukan parit hingga pembuatan saluran air baru di kawasan rawan Karhutla.

Saluran tersebut tidak hanya disiapkan sebagai sumber air bagi petugas saat pemadaman, tetapi juga diharapkan berfungsi sebagai sekat api agar kobaran tidak mudah meluas, terutama di kawasan gambut.

“Tujuannya agar petugas lebih mudah mendapatkan air ketika terjadi Karhutla, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan,” ujarnya.

Memasuki musim penghujan, Pemkot Singkawang bersama TNI dan Polri juga mulai mengantisipasi potensi bencana lain, termasuk banjir dan tanah longsor.

Apresiasi pemerintah mendapat respons positif dari para relawan. Sugianto, salah satu relawan MPA API 59, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada para petugas yang terlibat dalam penanganan Karhutla.

“Kami bersyukur atas apresiasi dan perhatian yang diberikan pemerintah pusat melalui Pemkot Singkawang kepada para petugas pemadaman Karhutla,” kata Sugianto.

Menurutnya, keberadaan badan hukum yang menaungi MPA semakin memperkuat kesiapan relawan untuk membantu penanganan bencana.

“Dengan adanya badan hukum yang menaungi MPA, kami siap diterjunkan di wilayah-wilayah terdampak Karhutla dan bencana lainnya di Kalimantan Barat,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *