November 3, 2026

Telur Murah Hingga DOC Gratis Untuk Warga Karimunting, Disbunak : GMD Hadir Untuk Kebutuhan Masyarakat

E65160AE-8BE8-4446-B413-007F0BF54742

KILASKALBAR – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Barat membawa sejumlah program bantuan langsung bagi masyarakat dalam rangkaian Gema Membangun Desa (GMD) ke-V di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.

Program tersebut meliputi penjualan telur dan minyak goreng dengan harga terjangkau, sosialisasi beasiswa bagi anak petani kelapa sawit, hingga pembagian bibit ayam atau Day Old Chick (DOC) secara gratis bagi masyarakat yang ingin beternak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbunnak Kalbar, Rino Anteno Tengo, mengatakan salah satu program yang diperkenalkan adalah sosialisasi beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diperuntukkan bagi anak-anak petani kelapa sawit.

“Kita mensosialisasikan bahwa ada beasiswa untuk khusus anak petani kelapa sawit, itu ada beasiswa dari BPDP,” ujarnya saat diwawancarai dalam kegiatan GMD ke-V, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Disbunnak Kalbar juga menghadirkan program telur murah dengan subsidi Rp5.000 per kemasan. Dari harga yang disebutkan sebesar Rp22.000, masyarakat dapat membeli dengan harga Rp17.000 per kemasan atau sekitar Rp1.700 per butir.

Program serupa juga dilakukan untuk minyak goreng melalui kerja sama dengan mitra perusahaan perkebunan. Produk tersebut disalurkan kepada masyarakat dengan harga lebih terjangkau.

Tidak hanya kebutuhan pangan, Disbunnak Kalbar juga membuka kesempatan bagi masyarakat Karimunting yang ingin mengembangkan usaha peternakan ayam.

Rino menyebut pihaknya menyediakan DOC atau bibit ayam berumur sekitar satu minggu secara gratis. Jumlah yang disiapkan mencapai 2.000 ekor setiap pekan.

“Kalau masyarakat di Karimunting ini mau memelihara DOC, kita siap salurkan, kita antar di tempat,” jelasnya.

Menurut Rino, pelaksanaan GMD menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengetahui kebutuhan dan kendala yang dihadapi di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, Disbunnak juga melakukan pemantauan sektor perkebunan dan peternakan, termasuk rencana peninjauan kebun kelapa sawit yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sementara dari sektor peternakan, pihaknya melakukan pengecekan kesehatan sapi milik masyarakat serta memberikan penyuluhan terkait pencegahan penyakit dan virus pada ternak.

Rino berharap berbagai program tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang usaha di sektor perkebunan dan peternakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *