November 1, 2026

GMD Karimunting, Ria Norsan Buka Peluang Ekspor Sotong dan Gurita Karimunting ke Luar Negeri

8eb6e14f-df8e-447a-abbc-8560c0428f78

KILASKALBAR – Hasil tangkapan nelayan di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berpeluang menembus pasar ekspor. Komoditas berupa sotong, gurita dan ikan segar menjadi potensi perikanan yang dilirik untuk dikembangkan ke pasar luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat mengunjungi tempat penampungan hasil tangkapan nelayan yang masuk dalam rangkaian Gema Membangun Desa (GMD) di Desa Karimunting, Sabtu (31/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Norsan melihat langsung aktivitas penampungan hasil laut sekaligus berdialog dengan nelayan dan pelaku usaha perikanan setempat.

Ia menyebutkan, salah satu peluang pasar ekspor yang sedang dijajaki adalah Vietnam. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan siap membantu proses regulasi agar hasil perikanan dari Karimunting dapat dipasarkan langsung ke luar negeri.

“Ini usaha sotong, kemudian ikan-ikan segar. Mudah-mudahan usaha ini bisa kita dukung untuk ekspor ke luar negeri. Tadi tujuannya salah satunya Vietnam. Mudah-mudahan segera bisa terealisasi, regulasinya akan kita bantu,” ujar Norsan.

Pemilik penampungan hasil tangkapan nelayan, Edi Muziono, menyambut baik dukungan pemerintah provinsi terhadap rencana ekspor tersebut.

Menurutnya, selama ini hasil tangkapan nelayan Karimunting masih dipasarkan melalui jalur lokal dan dikirim ke Jakarta untuk selanjutnya dipasarkan, termasuk kemungkinan distribusi ke luar negeri.

“Kalau ikan, Kalimantan Barat belum pernah melakukan ekspor perdana ke luar negeri. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur karena mendukung supaya bisa ekspor,” ungkap Edi.

Ia menjelaskan, jumlah hasil tangkapan nelayan sangat bergantung pada musim. Dalam kondisi tertentu, satu perahu dapat menghasilkan sekitar dua hingga tiga ton tangkapan.

Komoditas yang ditampung didominasi sotong dan gurita, meskipun nelayan juga membawa berbagai jenis ikan sesuai hasil tangkapan di laut.

Edi berharap ke depan pelaku usaha di Karimunting dapat melakukan ekspor secara langsung tanpa harus melalui Jakarta.

Menurutnya, Pelabuhan Kijing berpotensi menjadi salah satu jalur pengiriman apabila persyaratan administrasi dan regulasi ekspor telah terpenuhi.

Selain mendorong peluang ekspor, kunjungan tersebut juga menjadi perhatian terhadap perlindungan keselamatan nelayan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Norsan mengimbau para nelayan agar memiliki jaminan perlindungan kerja sehingga apabila terjadi kecelakaan saat melaut, keluarga atau ahli waris dapat memperoleh manfaat santunan sesuai ketentuan.

Pemerintah berharap pengembangan potensi perikanan Karimunting tidak hanya memperluas pasar hasil laut, tetapi juga diiringi perlindungan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *