November 1, 2026

CSR Pertamina Warnai Ekspedisi Merah Putih, 1.000 Bendera Berkibar di Perbatasan Temajuk

IMG-20260810-WA0001

CSR Pertamina Turut Hadir di Pengibaran 1.000 Bendera di Batas Negeri

KILASKALBAR – Semangat kebangsaan mewarnai kawasan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 1.000 Bendera Merah Putih dibagikan dan dikibarkan bersama masyarakat dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Ekspedisi Merah Putih yang digelar Rumah Jurnalis bersama MyPertamina. Dalam pelaksanaannya, PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Kalimantan Barat turut mengambil bagian melalui dukungan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR).

 

Sejak pagi, warga Temajuk mulai berdatangan ke kawasan perbatasan. Anak-anak, orang tua hingga tokoh masyarakat berkumpul untuk menerima sekaligus mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan tempat tinggal mereka.

 

Bagi masyarakat Temajuk yang tinggal di wilayah paling ujung utara Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan Malaysia, pengibaran bendera bukan sekadar kegiatan menyambut bulan kemerdekaan. Merah Putih menjadi simbol keberadaan dan kebanggaan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Ketua Rumah Jurnalis, Achmad Mundzirin, mengatakan pembagian 1.000 bendera awalnya dirancang sebagai bagian dari kegiatan Ekspedisi Merah Putih di kawasan perbatasan.

 

“Awalnya kami hanya berencana menyerahkan 1.000 bendera dan memasang sebagian di kawasan perbatasan. Tapi ternyata antusiasme masyarakat luar biasa. Kami datang tidak membawa apa-apa selain bendera dan sejuta harapan agar kedaulatan NKRI tetap terjaga,” ujarnya.

 

Keterlibatan Pertamina dalam kegiatan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap pengibaran dan pembagian 1.000 Bendera Merah Putih.

 

Pertamina juga menyiapkan program tanggung jawab sosial atau CSR berupa perbaikan fasilitas umum di Temajuk. Program tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata di kawasan perbatasan.

 

Sales Area Manager Kalbar Pertamina Patra Niaga, Widhi Tri Adhi Hidayat, mengatakan wilayah perbatasan menjadi salah satu kawasan strategis untuk menumbuhkan dan menjaga semangat kebangsaan.

 

“Hari ini kami bersama Rumah Jurnalis, TNI, Polri, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat mengibarkan serta membagikan 1.000 Bendera Merah Putih di Pos Lintas Batas Temajuk,” katanya.

 

Menurut Widhi, dukungan Pertamina terhadap masyarakat perbatasan tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan. Program CSR berupa perbaikan fasilitas umum diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat. Antusiasmenya luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua karena di wilayah terdepan NKRI, semangat nasionalisme masyarakat masih sangat tinggi,” ujarnya.

 

Melalui dukungan tersebut, Pertamina turut mendorong agar kegiatan di wilayah perbatasan tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pengembangan potensi lokal, termasuk sektor pariwisata.

 

Bagi warga Temajuk, kehadiran 1.000 Bendera Merah Putih di kawasan perbatasan memberikan kesan tersendiri.

 

Hesti, salah seorang warga, mengaku bangga melihat semangat masyarakat dalam menyambut kegiatan tersebut. Menurutnya, berkibarnya Merah Putih di kawasan perbatasan menjadi pengingat bahwa masyarakat Temajuk tetap menjadi bagian dari Indonesia.

 

“Bagi kami masyarakat yang tinggal di perbatasan, kegiatan ini sangat berkesan. Senang dan bangga sekali bisa melihat semangat kebersamaan dan bendera Merah Putih berkibar di perbatasan kita,” katanya.

 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap momentum kemerdekaan sehingga semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda perbatasan, tetap terjaga.

 

Kepala Desa Temajuk, Agil Firmansyah, mengatakan pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih memiliki makna penting bagi masyarakat yang tinggal berdampingan langsung dengan negara tetangga.

 

“Melalui kegiatan pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih ini tentunya dapat meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat yang berada di perbatasan demi menjaga kedaulatan negara,” katanya.

 

Menurut Agil, antusiasme masyarakat sejak pagi menunjukkan rasa memiliki terhadap Indonesia tetap kuat meski Temajuk berada jauh dari pusat pemerintahan.

 

Di tengah semarak pengibaran Merah Putih, masyarakat Temajuk juga menyampaikan harapan agar Pos Lintas Batas Temajuk dapat kembali beroperasi.

 

Menurut Agil, aktivitas PLB yang terhenti sejak pandemi COVID-19 berdampak terhadap mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

 

“Semoga bulan Agustus ini bisa segera diresmikan sehingga aktivitas masyarakat di perbatasan kembali berjalan lancar,” katanya.

 

Ia menilai pembukaan kembali PLB dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, termasuk membuka peluang pemasaran hasil laut dan produk lokal ke Malaysia serta mendukung kunjungan wisatawan ke Temajuk.

 

“Pembukaan PLB sangat diharapkan karena dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan pariwisata di Temajuk,” ujarnya.

 

Di Temajuk, 1.000 Bendera Merah Putih akhirnya bukan sekadar dikibarkan untuk menandai bulan kemerdekaan. Di beranda negeri itu, bendera menjadi simbol kebersamaan, nasionalisme, sekaligus pengingat bahwa pembangunan dan perhatian terhadap masyarakat perbatasan menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *