Terminal Kijing Perkuat Layanan Ekspor-Impor Kalbar, Siap Jadi Hub Logistik Internasional
KILASKALBAR – Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah semakin memperkuat posisinya sebagai gerbang ekspor-impor Kalimantan Barat seiring dimulainya layanan peti kemas yang didukung fasilitas modern dan kinerja operasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Terminal Kijing resmi beroperasi sejak (9/6/2026) dan menjadi salah satu pelabuhan terbesar serta paling modern di Kalimantan. Pelabuhan ini memiliki fasilitas lengkap untuk melayani berbagai jenis kapal dan muatan, mulai dari peti kemas, curah kering, curah cair hingga multipurpose dengan kapasitas kapal mencapai 100.000 Dead Weight Tonnage (DWT).
Kehadiran layanan peti kemas di Terminal Kijing diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan logistik dan perdagangan internasional Kalimantan Barat. Dengan fasilitas yang tersedia, pelaku usaha ekspor dan impor dapat memperoleh layanan yang lebih efisien, cepat, dan kompetitif tanpa harus bergantung pada pelabuhan di luar daerah.
Menurut data yang dihimpun Kilas Kalbar, kinerja operasional Terminal Kijing hingga Mei 2026 juga menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Jumlah kunjungan kapal tercatat mencapai 404 unit atau meningkat 28,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan aktivitas pelabuhan turut tercermin dari arus barang yang ditangani. Arus curah kering mencapai 1,57 juta ton atau naik 96,3 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, arus curah cair meningkat 80,8 persen menjadi 1,07 juta ton. Pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas melalui Terminal Kijing.
Untuk mendukung layanan ekspor-impor berbasis peti kemas, Terminal Kijing telah melengkapi fasilitasnya dengan berbagai peralatan modern. Peralatan tersebut meliputi Harbour Mobile Crane (HMC), Reach Stacker, Head Truck, Chassis 45 Feet, serta Quay Container Crane (QCC) yang telah tiba dan siap dioperasikan sejak Mei 2026.
Keberadaan QCC menjadi penguatan penting dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi bongkar muat peti kemas. Dengan dukungan infrastruktur dan peralatan berstandar internasional, Terminal Kijing kini semakin siap melayani arus barang dalam jumlah besar, baik untuk kebutuhan domestik maupun perdagangan internasional.
Pengoperasian layanan peti kemas diharapkan tidak hanya memperlancar arus ekspor-impor Kalimantan Barat, tetapi juga memperkuat konektivitas logistik nasional dan internasional. Selain itu, keberadaan Terminal Kijing diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kalimantan Barat di pasar global, serta menarik investasi baru di sektor industri dan perdagangan.
Dengan pertumbuhan trafik kapal dan arus barang yang terus meningkat, Terminal Kijing diproyeksikan menjadi salah satu pusat logistik strategis di Indonesia yang berperan penting dalam mendukung pengembangan ekonomi kawasan barat Pulau Kalimantan dan jaringan perdagangan internasional.
