Tablo Kisah Sengsara Yesus, Dari Cambukan Hingga Penyaliban Membuat Hati Umat Tersentuh
Franciskus Daling mengapresiasi Tablo yang ditampilkan oleh Orang Muda Katolik Gereja Katedral (Foto : Dika Febriawan )
KILASKALBAR – Tablo tersebut merupakan visualisasi kisah sengsara Yesus yang ditampilkan dalam bentuk drama atau teater tentang kisah penyaliban Yesus yang masuk dalam rangka penyambutan Hari Raya Paskah 2026.
Sebelum Misa Jumat Agung, Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak melaksanakan Tablo yang mengisahkan Kesengsaraan Tuhan Yesus dicambuk hingga penyaliban untuk menebus dosa umat manusia pada Jumat, (03/04/2026).
Ribuan umat Katolik turut menyaksikan dan mengikuti rangkaian Tablo tersebut dengan khidmat.
Salah satu umat Katedral, Franciskus Daling mengatakan, dirinya mengapresiasi penampilan Tablo yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Katedral.
“Saya juga pelaku seni peran drama pertunjukan (sineas), sebagai umat tadi saya melihat pertunjukan dari sisi seni. Apresiasi untuk mereka anak OMK Paroki Gereja Katedral. Prosesnya cukup panjang, dan teman-teman yang menjadi pemeran sangat mendalami karakternya masing-masing,” ujarnya saat diwawancara usai Tablo.
Ia menilai, proses latihan yang panjang dan pendalaman karakter yang dilakukan para pemeran menjadi kunci keberhasilan pertunjukan tersebut.
Menurutnya, penampilan Tablo sudah cukup baik dan diharapkan ke depan dapat terus ditingkatkan.
“Sebagai umat, tentu saya sangat mengapresiasi teman-teman OMK. Ke depannya bisa dibuat lebih bagus lagi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Daling mengatakan bahwa melalui Tablo tersebut umat dapat memaknai secara lebih mendalam penderitaan Yesus yang wafat di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.
“Dari situ kita dapat memaknai penderitaan Yesus mati di kayu salib seperti apa demi penebusan dosa umat manusia. Makna yang mendalam dalam kisah sengsara ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Tablo Kisah Sengsara ini menjadi salah satu rangkaian ibadah Jumat Agung yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Katedral Santo Yosef Pontianak.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk keterlibatan Orang Muda Katolik dalam pelayanan gereja, khususnya dalam menampilkan kisah iman melalui seni peran dan pertunjukan.
Dengan adanya Tablo tersebut, diharapkan umat tidak hanya menyaksikan pertunjukan semata, namun juga dapat menghayati makna pengorbanan dan kasih Yesus Kristus yang rela menderita dan wafat di kayu salib demi keselamatan umat manusia, sehingga perayaan Jumat Agung dapat diikuti dengan penuh penghayatan dan refleksi iman. (dk)
