Paruu Tambe, Perahu Hias Tradisional Dayak Jadi Simbol Perjalanan Hidup dan Budaya Kalbar
KILASKALBAR – Suku Dayak Taman dan Dayak Tamambaloh memiliki warisan budaya sarat makna spiritual, salah satunya Paruu Tambe, perahu hias tradisional yang melambangkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, menegaskan pentingnya pelestarian tradisi lokal di tengah arus modernisasi.
“Paruu Tambe bukan sekadar alat transportasi air, melainkan sarana simbolis yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya tinggi. Ia melambangkan perjalanan hidup manusia, kebersamaan, dan doa agar setiap upacara adat berjalan lancar,” ujar Faisal.
Perahu ini digunakan dalam berbagai ritual adat, antara lain:
Ritual kematian: mengantar jenazah ke tempat pemakaman (kulambu) dan prosesi buang pantang serta mimber sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Ritual perkawinan: mengantar mempelai laki-laki dan keluarganya menuju rumah mempelai perempuan.
Paruu Tambe dibuat dari kayu dan dihiasi ornamen khas, termasuk warna, dedaunan, dan aksesori yang sarat makna filosofis dan diwariskan turun-temurun.
“Tradisi ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Pelestarian budaya bukan hanya menjaga bentuk fisiknya, tetapi juga nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” tegas Faisal.
Pemerintah provinsi juga mendorong pengakuan dan promosi budaya lokal melalui program pelestarian warisan tak benda dan edukasi publik.
“Paruu Tambe adalah kekayaan budaya Kalimantan Barat yang patut dibanggakan. Ini bukan sekadar simbol masyarakat Dayak, tetapi juga aset budaya Indonesia,” tutup Faisal.
