April 17, 2026

52 SMA dan SMK di Kalbar Dapat Program Rehabilitasi dan Revitalisasi Infrastruktur

WhatsApp-Image-2025-12-09-at-00.52.33-1024x560

KILASKALBAR – Penguatan sektor pendidikan di Kalimantan Barat terus menunjukkan progres signifikan. Program rehabilitasi dan revitalisasi infrastruktur sekolah yang dimulai sejak 2025 kini mulai memperlihatkan dampak nyata di berbagai daerah.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan terus diperkuat, terutama melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyampaikan bahwa sebanyak 52 sekolah jenjang SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, menerima bantuan rehabilitasi hingga revitalisasi infrastruktur dari pemerintah pusat pada 2025.

“Total ada 52 sekolah yang terbagi jenjang SMA 26 sekolah dan SMK 26 sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta di Kalbar,” ujarnya.

Faisal merinci, dari jumlah tersebut:

SMA: 25 sekolah negeri dan 1 sekolah swasta

SMK: 23 sekolah negeri dan 3 sekolah swasta

Ia menegaskan bahwa proses pembangunan telah dimulai sejak 2025.

“Untuk tahun 2025 ini, proses pembangunannya sudah dimulai semua,” katanya.

Program ini difokuskan pada sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan perhatian serius. Sekolah dengan kategori kerusakan sedang mendapatkan program rehabilitasi, sementara kerusakan berat dapat memperoleh revitalisasi atau pembangunan baru jika tersedia lahan yang memadai.

“Untuk rehab sekolah ini minimal kondisi rusak sedang, sedangkan untuk rusak berat juga memperoleh revitalisasi atau bangun baru sepanjang ada lahan kosong,” jelas Faisal.

Ia menambahkan, sebagian besar sekolah penerima bantuan berada pada kategori rehabilitasi sedang. Sementara itu, empat SMK tambahan baru menerima program bantuan pada akhir September hingga awal Oktober 2025.

Pemerintah daerah terus melakukan monitoring dan evaluasi agar proses pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan selesai tepat waktu. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh pelajar di Kalimantan Barat mendapatkan fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *