Maret 5, 2026

Kalbar Siap Sambut Sekolah Rakyat, Fokus Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

WhatsApp-Image-2025-08-13-at-00.56.53-1024x567

KILASKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mematangkan persiapan Sekolah Rakyat, program nasional yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dengan pendidikan berasrama terintegrasi.

Tahun ini, gedung eks Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Abdurrahman Saleh disiapkan sebagai lokasi sementara sebelum kompleks permanen di Singkawang rampung. Survei kesiapan fasilitas dilakukan Selasa (1/7/2025) oleh tim dari Kementerian PUPR dan Satuan Kerja Prasarana Strategis Kalbar, bersama pejabat daerah, termasuk Kepala Disdikbud Kalbar Rita Hastarita.

“Gedung eks BLK ini rencananya akan menjadi lokasi sementara sebelum bangunan permanen selesai di Singkawang,” ujar Rita.

Rincian Program Tahap Awal

Menampung siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Dua rombongan belajar (rombel) per jenjang, masing-masing berkapasitas 25 siswa.

Total enam rombel pada tahap awal.

Model pendidikan berasrama terintegrasi dengan fasilitas digital, makan, dan tempat tinggal.

Rita menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar pendidikan gratis, tetapi juga lingkungan yang mendukung perkembangan anak dan memutus rantai kemiskinan.

“Tujuannya menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan benar-benar mendorong anak-anak dari keluarga tidak mampu agar bisa berkembang dan lepas dari jerat kemiskinan,” tambahnya.

Ekspansi dan Pendanaan

Program ini juga akan dikembangkan di Singkawang dan Ketapang. Seluruh biaya menggunakan Dana APBN, sementara Pemprov Kalbar bertugas menyiapkan lahan, administrasi, dan persyaratan teknis.

Dengan sinergi pusat dan daerah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi pendidikan inklusif dan berkeadilan, membuka kesempatan setara bagi seluruh anak Kalbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *