Kalbar Hadirkan Sekolah Rakyat untuk Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem
KILASKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan Sekolah Rakyat sementara di gedung eks Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Abdurrahman Saleh, sebagai solusi cepat bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program ini menjadi titik awal pendidikan inklusif berasrama sebelum kompleks permanen diresmikan di Singkawang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Rita Hastarita, menyampaikan bahwa pemilihan gedung eks-BLK strategis karena mudah diakses dan sudah memiliki fasilitas dasar. Sekolah Rakyat akan menampung SD hingga SMA, dengan dua rombongan belajar per jenjang dan kapasitas 25 siswa per rombel, sehingga tahap awal melibatkan enam rombel.
“Kita lebih memilih kualitas seleksi. Biar sedikit, tapi tetap terarah dan membina anak-anak yang paling membutuhkan,” ujar Rita.
Model Pendidikan Berasrama dan Digital
Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga asrama, gizi harian, dan ekosistem digital untuk mendukung perkembangan siswa. Program ini dirancang agar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem memiliki kesempatan yang setara dengan anak-anak lainnya.
Pembiayaan program menggunakan Dana APBN, sementara Pemprov Kalbar bertanggung jawab atas lahan, koordinasi administratif, dan izin teknis.
Rencana Ekspansi ke Wilayah Lain
Meski dimulai di Pontianak, program ini akan direplikasi di wilayah lain seperti Singkawang dan Ketapang, menyesuaikan kondisi lokal dan ketersediaan lahan.
“Gagasan ini bisa direplikasi. Kami ingin anak-anak di seluruh Kalbar bisa menikmati akses pendidikan setara tanpa diskriminasi,” tegas Rita.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi katalis perubahan nyata dalam memberikan akses pendidikan inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan bagi anak-anak Kalimantan Barat.
