Februari 13, 2026

Gubernur Kalbar Seru-seruan di “Perang Ketupat”, Tradisi Unik Tayan Jadi Daya Tarik Wisata

y4ug1svi (1)

KILASKALBAR — Sungai Kapuas di Tayan, Kabupaten Sanggau, Rabu siang (29/10/2025), dipenuhi tawa dan sorak gembira saat tradisi Perang Ketupat digelar. Dalam kegiatan ini, warga saling melempar ketupat sebagai simbol kebersamaan, penghapusan dosa, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, terlihat ikut larut dalam keseruan, melempar dan menerima ketupat sambil tertawa bersama masyarakat dan tokoh kerajaan. “Tradisi seperti ini seru. Bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga,” ujar Norsan.

Perang Ketupat merupakan bagian dari Mande Bedel Keraja, festival budaya yang digelar oleh Keraton Pakunegara Tayan di bawah pimpinan Raja Tayan, Gusti Yusri. Acara ini dihadiri pula oleh raja dan sultan se-Kalimantan Barat serta perwakilan Forum Silaturahmi Kerajaan Nusantara (FSKN).

Gubernur Norsan menekankan pentingnya tradisi ini sebagai simbol kerukunan masyarakat Kalbar dan sebagai pondasi pembangunan berbasis budaya. Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk memperkuat potensi wisata budaya melalui:

Revitalisasi infrastruktur dan kawasan keraton;

Digitalisasi promosi budaya;

Pemberdayaan UMKM dan komunitas adat;

Integrasi festival budaya ke dalam kalender pariwisata provinsi.

Selain lempar ketupat, ritual mandi pusaka di atas kapal juga dilakukan, melambangkan penyucian dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Ratusan warga dari berbagai daerah hadir memeriahkan kegiatan ini, menegaskan tradisi Tayan sebagai daya tarik wisata unik di Kalimantan Barat.

“Perang Ketupat bukan sekadar ritual adat, tetapi simbol kebersamaan, identitas budaya, dan daya tarik wisata. Semoga tradisi ini terus dilestarikan sebagai agenda tahunan di Tayan,” tutup Norsan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *