Mei 13, 2026

Gandeng UMKM, Bumdes dan Koperasi, BGN Tekankan Keadilan Ekonomi Untuk Masyarkat

IMG-20260512-WA0011

BGN akan gandeng UMKM, Bumdes, dan Koperasi Untuk Menjadi Pasok Rantai SPPG di Kalbar

KILASKALBAR – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol. (Pur) Sony Sonjaya, melakukan konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para pemangku kepentingan di Aula Bupati Kubu Raya, Selasa (12/5/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri kepala SPPG, mitra yayasan pemilik fasilitas SPPG, serta para satgas MBG tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

 

Dalam keterangannya kepada awak media, Sony Sonjaya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah di Kalimantan Barat yang dinilai serius mendukung program MBG. Menurutnya, seluruh kepala daerah di Kalbar turut menjadi satgas program MBG di wilayah masing-masing.

 

“Ini menunjukkan satu perhatian yang serius dari para kepala daerah terhadap program MBG,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, konsolidasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman seluruh stakeholder terkait tujuan dan pelaksanaan program MBG di daerah.

 

“Tujuan konsolidasi ini adalah menyamakan langkah bagaimana pelaksanaan program MBG dilakukan oleh seluruh stakeholder yang terlibat, baik mitra, kepala SPPG maupun satgas,” katanya.

 

Sony mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 508 SPPG terakreditasi di Kalimantan Barat dan sebagian besar telah beroperasi. Program tersebut juga disebut telah menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja.

 

“Sebanyak 20.381 saudara-saudara kita telah terserap bekerja, khususnya masyarakat pada kategori kemiskinan ekstrem Desil-1 dan Desil-2,” ungkapnya.

 

Selain itu, program MBG di Kalbar diklaim telah memberikan pelayanan kepada 995.321 penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 2.000 supplier bahan pokok yang melibatkan BUMDes, BUMD, koperasi hingga UMKM.

 

Sony juga memaparkan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk program MBG. Secara nasional, anggaran yang dialirkan mencapai lebih dari Rp1 triliun per hari ke seluruh daerah di Indonesia.

 

Khusus untuk Kalimantan Barat, anggaran MBG disebut mencapai Rp16,8 miliar per hari yang tersebar merata ke seluruh kabupaten/kota.

 

“Dana itu mengalir ke Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang hingga Singkawang,” jelasnya.

 

Menurut Sony, keberadaan program MBG memiliki dampak ekonomi berantai atau multiplier effect yang signifikan bagi masyarakat bawah.

 

Ia menyebut, dari total Rp16,8 miliar per hari di Kalbar, sekitar Rp2,3 miliar terserap oleh lebih dari 22 ribu pekerja di SPPG dengan rata-rata penghasilan minimal Rp100 ribu per hari.

 

“Uang itu dibawa pulang untuk beli makan, beli beras, kebutuhan keluarga dan akhirnya menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Sony juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam penyediaan kebutuhan pangan program MBG.

 

“Sekarang konsentrasinya bukan hanya membangun SPPG, tetapi bagaimana menyiapkan pasar rakyat agar seluruh masyarakat bisa ikut merasakan manfaat ekonomi dari program ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *