Fenomena Coffeeshop di Pontianak, Nongkrong Sudah Jadi Gaya Hidup
Salah satu Coffeeshop di Pontianak dengan konsep modern (Foto:Dika Febriawan)
KILASKALBAR – Tren menikmati kopi di coffeeshop semakin digemari masyarakat Kota Pontianak. Tidak hanya sekadar minum kopi, namun sudah menjadi ruang bersosialisasi, bekerja, hingga tempat diskusi kreatif bagi berbagai kalangan, khususnya anak muda.
Dari pantauan KilasKalbar di sejumlah coffeeshop di Pontianak menunjukkan aktivitas pengunjung yang cukup ramai, terutama pada sore hingga malam hari terlebih di hari libur. Kehadiran berbagai konsep unik, mulai dari desain interior modern hingga menu kopi lokal khas Kalimantan Barat, menjadi daya tarik tersendiri.
Salah satu penikmat coffeeshop di Pontianak, Nurul Indah Sari, mengatakan bahwa coffeeshop saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.
“Coffeeshop bukan hanya tempat minum kopi, tapi juga tempat melepas penat. Saya sering datang untuk mengerjakan tugas, bertemu teman, atau sekadar menikmati suasana,” ujar Nurul saat ditemui di salah satu coffeeshop di Pontianak.
Menurutnya, kenyamanan tempat dan akses internet yang memadai membuat coffeeshop menjadi pilihan favorit dibandingkan tempat nongkrong lainnya. Selain itu, keberagaman menu minuman dan makanan juga menjadi nilai tambah.
“Sekarang pilihan kopinya banyak, dari kopi lokal sampai manual brew. Harganya juga masih terjangkau untuk pelajar dan mahasiswa,” tambahnya.
Fenomena ini turut mendorong pertumbuhan usaha kopi di Pontianak. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka coffeeshop berkonsep lokal maupun modern. Hal ini dinilai berdampak positif terhadap perekonomian kreatif di daerah.
Dengan semakin berkembangnya budaya ngopi, Pontianak tidak hanya dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, tetapi juga sebagai kota dengan dinamika coffeeshop yang terus tumbuh dan diminati masyarakat. (dk)
