Barcode Terblokir, Supir Angkutan Daftar Ulang Untuk Dapatkan BBM Subsidi
Supir angkutan sempat mengalami pemblokiran barcode untuk melakukan pengisian bbm subsidi
KILASKALBAR – Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan milik pengguna mobil angkutan barang di Pontianak sempat mengalami pemblokiran yang mengakibatkan tidak bisa digunakan saat melakukan pengisian di SPBU. Hal ini membuat sopir kesulitan memperoleh solar subsidi untuk operasional kendaraan.
Salah satunya Viki, seorang sopir angkutan barang di Pontianak, yang mengutarakan sempat mengalami pemblokiran barcode pengisian BBM subsidi sehingga tidak bisa melakukan pengisian di SPBU.
Ia mengatakan, tidak mengetahui penyebab barcode miliknya tiba-tiba tidak dapat digunakan saat hendak mengisi bahan bakar.
“Gak tahu, pas saya ngisi itu tiba-tiba tak bisa, hilang nomor platnya. Dibilang harus daftar lagi buat barcode baru,” ujarnya saat ditemui ketika mengantre BBM subsidi di SPBU Jalan Hasanuddin, Kecamatan Pontianak Barat, pada Selasa, (28/04/2026).
Menurutnya, barcode miliknya sempat terblokir sekitar sepekan yang lalu sehingga selama masa tersebut ia masih bisa beroperasi karena stok BBM di kendaraannya masih tersedia.
“Itu sekitar seminggu lalu. Untung mobil saya jarang jalan, jadi masih ada stok minyak. Kalau yang ngantar barang tiap hari itu susah, mereka harus sering antre minyak,” tambahnya.
Dirinya pun menjelaskan, kebutuhan pengisian BBM untuk kendaraan angkutan berbeda-beda tergantung jenis kendaraan.
Untuk mobil angkutan yang digunakannya, sekali pengisian hanya mendapat jatah sekitar 30 liter.
“Kalau truk-truk bisa sampai 60 liter, tergantung mobilnya lagi,” jelasnya.
Viki menambahkan, dirinya sempat melihat keluhan serupa di media sosial terkait barcode BBM subsidi yang terblokir. Namun di lingkungan sekitarnya, ia belum mendengar langsung ada sopir lain yang mengalami hal sama.
“Saya lihat di TikTok banyak yang bilang kena blokir juga. Kalau di sekitar saya belum ada dengar, cuma memang pernah ada pemberitahuan kalau barcode tidak bisa berarti terblokir,” ucapnya.
Setelah kembali mendaftar, Viki akhirnya kembali memperoleh barcode baru dan kembali bisa mengisi BBM subsidi.
“Ini sudah ada dapat barcode lagi saya, jadi ini baru nyoba ngisi lagi hari ini,” tambahnya.
Ia juga menilai sistem pengisian BBM subsidi yang dijadwalkan berdasarkan nomor antrean cukup baik agar pembelian lebih tertib dan merata.
“Kalau enggak diatur, bisa saja orang hari ini isi, besok isi lagi. Nanti yang lain enggak kebagian. Jadi sudah bagus sistemnya begini,” tutupnya.
