Karhutla Mulai Muncul, Kali Ini Terjadi di Sungai Raya Dalam Dekat Pesantren
Karhutla yang terjadi di wilayah Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten kubu Raya ( Foto : Dika Febriawan )
KILASKALBAR – Memasuki musim curah hujan rendah, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Jalan Sungai Raya Dalam, tepatnya di dekat Pondok Pesantren Tahfidz Modern Mamba’ul Hikmah Al Ma’mur, Kecamatan Sungai Kakap, pada Rabu, (25/03/2026).
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalbar, Judan mengatakan tim gabungan telah memasuki hari ketiga dalam proses pemadaman kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
“Untuk kebakaran lahan ini sebenarnya kami sudah hari ketiga pemadaman. Kemarin ada di Parit Delima, kemudian di Madusari. Yang di wilayah Sungai Raya Dalam ini ada tiga titik, namun yang kami jangkau hari ini karena lokasinya mendekati pemukiman dan pesantren. Kami mengutamakan yang dekat pemukiman,” ujarnya Judan saat diwawancarai di sekitar lokasi kebakaran lahan.
Judan menjelaskan dalam proses pemadaman, BPBD Provinsi Kalbar memberikan dukungan kepada BPBD Kubu Raya serta bekerja sama dengan TNI-Polri, Manggala Agni, dan pemadam kebakaran.
Menurutnya, kondisi kemarau menjadi salah satu kendala dalam pemadaman karena sumber air cukup jauh dan parit-parit kecil sudah mulai mengering.
“Kalau kemarau begini memang kondisi airnya agak jauh. Kecuali pada parit-parit besar baru ada airnya, kalau parit kecil sudah kering,” katanya.
Selain itu, kendala lain yang dihadapi di lapangan adalah pengisian bahan bakar untuk mesin pemadam yang tidak selalu dilayani SPBU.
“Kendalanya air, kemudian pembelian minyak untuk tangki mesin itu agak susah. Kemarin ada antrean panjang dan tidak semua SPBU mau melayani pembelian menggunakan tangki mesin, walaupun kami sudah membawa dengan mobilnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Judan memastikan kondisi personel yang bertugas masih aman dan lengkap meski telah bekerja selama tiga hari di lapangan dalam kondisi panas.
Ia juga memperkirakan cuaca panas masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan, sehingga seluruh tim diminta tetap berkoordinasi untuk mengurangi dampak asap bagi masyarakat, penerbangan, dan permukiman sekitar.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada evakuasi warga karena arah asap tidak mengarah ke permukiman.
“Belum ada evakuasi karena ini juga baru kejadian dan arah asap tidak ke pemukiman, jadi masih relatif aman,” katanya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di lahan gambut karena hal tersebut dilarang dan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Pemadaman di lokasi Sungai Raya Dalam sendiri mulai dilakukan sejak pukul 12.00 WIB setelah adanya laporan dari masyarakat sekitar pesantren.
Dalam penanganan karhutla ini, BPBD Provinsi Kalbar menurunkan sebanyak 24 personel, dibantu tim gabungan dari berbagai instansi.
“Peralatan yang digunakan cukup berat, terutama karena sumber air jauh, sehingga harus bergotong royong membawa selang masuk ke lokasi,” pungkasnya.(dk)
