Ruang Digital Bersama di SMPN 5 Sungai Ambawang Jadi Model Pembelajaran Berbasis Teknologi di Kubu Raya
KILASKALBAR – SMP Negeri 5 Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, kini memiliki Ruang Digital Bersama yang diproyeksikan menjadi model pembelajaran berbasis teknologi di wilayah tersebut. Fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran digital, tidak hanya bagi satu sekolah, tetapi juga bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan saat ini telah menjadi kebutuhan mendasar.
Menurutnya, selama ini berbagai platform pembelajaran digital yang disediakan kementerian sebenarnya sudah tersedia, namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan perangkat di sekolah.
“Digitalisasi pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar di era modern. Penyediaan perangkat menjadi solusi agar siswa dan guru dapat mengakses pembelajaran digital secara optimal,” ujarnya.
Secara teknis, Ruang Digital Bersama tersebut dilengkapi 25 unit laptop, perangkat Interactive Flat Panel (IFP), serta dukungan jaringan internet stabil dari pemerintah provinsi. Fasilitas ini memungkinkan siswa belajar lebih fokus tanpa harus membawa banyak buku cetak sekaligus membuka peluang kolaborasi pembelajaran lintas sekolah bahkan lintas kabupaten.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, berharap model pembelajaran digital ini dapat diperluas ke sekolah lainnya.
“Harapannya program ini tidak berhenti di satu sekolah saja, tetapi bisa diperluas ke SMP lainnya di Kubu Raya agar pemerataan kualitas pendidikan semakin terwujud,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara resmi meresmikan Ruang Digital Bersama di SMP Negeri 5 Sungai Ambawang sebagai bagian dari percepatan transformasi pembelajaran berbasis teknologi di daerah.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero melalui Yayasan Aksi Buah Tangan, serta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Selain menjadi fasilitas pembelajaran modern, ruang digital tersebut juga dirancang sebagai pusat pembelajaran bersama yang dapat dimanfaatkan oleh tujuh hingga delapan sekolah di wilayah sekitar. Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat pemerataan akses pendidikan digital sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di Kalimantan Barat.
